Hantu Suzuki 'Sang Algojo' Pulau Penang di Perang Dunia Kedua, Tempatnya Paling Berhantu
Benteng pertahanan, yang juga dikenal dengan nama Istana Batu Maung itu sempat diambil alih oleh Jepang pada tahun 1941. Seteleh perebutan ...
PADA perang dunia kedua, Jepang merupakan salah satu negara yang paling terkenal dengan sifat kekejamannya yang tak memiliki belas kasih.
Tentara Jepang akan menangkap penduduk setempat untuk mendapatkan informasi.
Baca: Bikin Terpana, Inilah Penampakan Keluarga Barbie dalam Kehidupan Nyata, Lihat Foto-fotonya
Selain itu, mereka yang ditangkap akan disiksa, sementara kepala mereka juga akan dipenggal.
Mereka yang dipenggal itu dilakukan oleh seorang algojo.
Baca: Keren! Wanita Asal London Ini Lawan Agorafobia, Hasilnya Bikin Melongo
Adapun Tadashi Suzuki adalah seorang algojo yang paling terkenal saat itu.
Dia dikatakan sangat kejam dan juga memiliki temperamen yang aneh.
Baca: Bikin Terpana, Inilah Penampakan Keluarga Barbie dalam Kehidupan Nyata, Lihat Foto-fotonya

Baca: Duh! Naik Angkot Berdua, Pasangan Ini Sekilas Terihat Duduk Biasa, tapi Lihat Bagian Bawahnya
Ketika sang algojo tersebut menyelesaikan tugasnya memenggal kepala, Sang algojo tersebut akan mencuci pedangnya dengan sebotol anggur dan kemudian meminumnya kembali. Sebagaimana dikutip dari laman utarnews.
Terkait sang algojo itu, menurut kepercayaan masyarakat, mereka sering melihat hantu Suzuki melayang di kawasan Bukit Hantu, Penang, Malaysia.
Baca: Tak Disangka, Mantu SBY Ini Dipuji Saat Hadiri Nikahan Kahiyang-Bobby, Pengantinnya Kalah Cantik

Baca: Saya Khusyuk!, Setya Novanto Tercyduk Merem dan Mengantuk di Akad Nikah Kahiyang-Bobby
Bukit hantu dahulunya adalah sebuah benteng tahanan yang dibuat oleh Inggris pada tahun 1930.
Benteng tersebut dibangun untuk mempertahankan wilayahnya agar tidak diserang oleh musuh.
Baca: Terkuak, Putri Jokowi Ternyata Menikah pada Hari Luhur Sumur Sinaba, Begini Artinya
Benteng pertahanan, yang juga dikenal dengan nama Istana Batu Maung itu sempat diambil alih oleh Jepang pada tahun 1941.
Seteleh perebutan benteng tersebut, inilah tempat dimana Tadashi Suzuki dan tentara Jepang menyiksa penduduk setempat dengan kejam.
Baca: Menantu Jokowi Ini Masih Keturunan Raja, Masa Depan Rumah Tangga Kahiyang-Bobby Diramal Begini
Jepang menyerah pada tahun 1945 dan kembali ke negara asalnya, meninggalkan Istana Batu Maung dengan sejarah masa lalunya sendiri.
Pada tahun 2002 benteng tersebut diubah menjadi Museum Perang Penang.
Baca: Rusuh di Lapas Permisan Nusakambangan, Satu Tewas, Tiga Luka-luka
Yang membuat museum ini menarik adalah tidak hanya hantu Suzuki, pengunjung juga bisa mengunjungi daerah penyiksaan dan tempat di mana Suzuki memotong kepala tawanan mereka. (*)