Anas Luruskan Statemen Keterlibatan Ayahnya Dalam OTT di Desa Beruas

Anas menegaskan ayahnya tidak ada kaitan serta sangkut paut dengan kasus dan pemberitaan OTT yang menimpa Kades Beruas

Anas Luruskan Statemen Keterlibatan Ayahnya Dalam OTT di Desa Beruas
IST
Anas Saputra putra dari Kadus Beruas Mansir

Laporan Wartawan Bangka Pos Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anas Saputra, putra kepala Dusun (Kadus) Beruas, Desa Beruas, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat meluruskan pemberitaan
yang sempat menyebutkan ayahnya Mansir, turut terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan Kades Beruas Pariandi baru-baru ini.

Anas menegaskan ayahnya tidak ada kaitan serta sangkut paut dengan kasus dan pemberitaan OTT yang menimpa Kades Beruas Pariandi, namun melibatkan ketua RW 02, bukan ayahnya Mansir.

" Jadi saya selaku anak pak Mansir ingin meluruskan kepada publik bahwa yang sempat terjaring oleh tim saber pungli pada rabu 25 oktober 2017 kemarin bukan ayah saya (Kadus beruas-red), tapi pak RW O2 dan pak Kades," ujar Anas melalui pesan WA yang diterima harian ini, Kamis (9/11/2017) kemarin.

Dibeberkan Anas, pemberitaan yang sempat mengait-ngaitkan ayah nya tersebut sempat membuat keluarga syok. Bahkan sejumlah keponakan yang berada di sungailiat dan Pangkalpinang kaget mendengar kabar tersebut.

Untuk itu dirinya berharap, dengan diluruskannya pemberitaan ini, nama baik sang ayah dan keluarga besarnya kembali pulih.

" Tadinya keluarga kami sempat kaget ya mendengar kabar itu, bahkan yang dari pangkal dan sungailiat ngontak terus menanyakan kebenaran itu. Makanya disini kami ingin luruskan, semoga dengan ini nama keluarga besar kami kembali pulih," harap Anas.

Sebelumnya Kabag Hukum Pemkab Babar Deskurniawan membenarkan adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim Saber Pungli Pemkab Babar tersebut. Tak hanya Kades, menurut Deskurniawan OTT tersebut juga melibatkan sejumlah oknum Kepala Dusun (Kadus).

Mereka diamankan tim saber pungli lantaran melakukan pungutan terkait proses pengurusan sertifikat tanah Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA) Surat Keputusan Bersama di Desa Beruas, Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat.

" Benar kemarin saya juga sempat memanggil Kades (Pariandi-red) dan kadus pasca adanya kabar tersebut. Dan mereka pun mengakui adanya pungutan terkait pembuatan Prona tersebut," ujar Deskurniawan kepada Bangkapos.com, Minggu (5/11/2017) lalu.

Penulis: Antoni Ramli
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved