Nekat Keluar Jadi Karyawan, Buka Kedai Kopi, Kegigihan Syaiful Bari Merintis Bisnis Bisa Ditiru!

Ada alasan kuat Syaiful Bari saat membuat keputusan merintis bisnis kopi. Butuh keberanian besar baginya untuk keluar dari zona nyaman

Nekat Keluar Jadi Karyawan, Buka Kedai Kopi, Kegigihan Syaiful Bari Merintis Bisnis Bisa Ditiru!
dok/syaiful bari
Syaiful Bari meracik kopi 

BANGKAPOS.COM- Ada alasan kuat Syaiful Bari saat membuat keputusan merintis bisnis kopi. Butuh keberanian besar baginya untuk keluar dari zona nyaman dan menciptakan kemandirian finansial.

Maklum, sebelum membangun Fulcaff Group, lelaki kelahiran Jember, Jawa Timur, ini sudah bekerja sebagai karyawan dengan penghasilan tetap lumayan besar.

Memang nekat betul mantan Deputi Manajer Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini saat nyemplung membuka kedai kopi. Modalnya tak cukup untuk memulai bisnis di tahun 2010. Meminjam bank pun tidak bisa, karena dia belum bankable.

Beruntung, ibu mertuanya mendapat rezeki yang kemudian diberikan kepada Syaiful. Dia enggan menganggapnya sebagai pemberian, melainkan utang yang harus dikembalikan.

Jumlahnya tidak banyak, hanya sekitar Rp 25 juta. Modal segitu belum cukup untuk membeli mesin-mesin kopi yang mahal. Syaiful pun menemui adiknya untuk meminjam duit.

Gayung bersambut, si adik yang memahami visi kakaknya lalu memberi pinjaman sebesar Rp 8,5 juta. Maka, lelaki kelahiran 5 Juni 1984 ini bisa membuka kedai kopi di daerah Depok, Jawa Barat dengan nama Fulcaff Cafe.

Lantas apa alasan yang memacunya nekat membuka usaha kedai kopi meski modal cekak? Rupanya semua berawal dari kesukaannya menyeruput kopi.

Jadi, "Kalau punya bisnis kedai kopi, kan, setidaknya saya bisa minum kopi setiap hari dengan gratis," ujar suami dari Hanik Uswatun Khasanah ini sambil tertawa lebar.

Diversifikasi usaha

Setelah satu setengah tahun berjalan, Syaiful mengungkapkan, usaha kedai kopinya sudah balik modal atawa break even point (BEP). Untuk mengembangkan usahanya, dia selalu disiplin menyisihkan minimal 40% keuntungan untuk ditabung atau membeli peralatan dan barang-barang lain yang dibutuhkan di kedainya.

Halaman
12
Editor: khamelia
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved