Panti Bhakti Kasih Siti Anna Resmikan Taman Lansia

Inspirasi membuat taman ini timbul saat saya melihat pagi hari bapak-bapak ibu di luar negeri seperti di Singapura dan Cina

Panti Bhakti Kasih Siti Anna Resmikan Taman Lansia
Bangka Pos/ Ardhina Trisila Sakti
suasana taman Panti Bhakti Kasih Siti Anna yang dihadiri Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah saat peresmian. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Panti Bhakti Kasih Siti Anna yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Gabek Kelurahan Selindung Kota Pangkalpinang meresmikan taman seluas setengah hektar, Sabtu (11/11) yang berada di kawasannya.

Tema yang diambil pada persemian taman ini bertajuk "Ku sayangi dan ku cintai orang tuaku sepanjang masa".

Taman yang diperuntukkan bagi usia lanjut ini diketahui satu-satunya di Kota Pangkalpinang yang dimiliki oleh Panti Bhakti Kasih Siti Anna.

Lahan seluas setangah hektar yang berada di depan bangunan Siti Anna dulunya merupakan lahan yang ditumbuhi oleh pohon kelapa.

Namun berkat dukungan para donatur yang memiliki perhatian besar terhadap kualitas hidup lansia. Panti Bhakti Kasih Siti Anna berhasil mengumpulkan dana sekitar 1 miliar untuk membuat landskip dan mempercantik taman.

Adapun rencana dana yang terkumpul dari donasi sejak 2015 lalu. Realisasi taman Siti Anna kemudian dikerjakan dengan mulai Februari 2017.

Kepala Yayasan Santa Familia yang membawahi bidang sosial Panti Bahakti Kasih Siti Anna, Suster Yohanna mengatakan empat bangku taman bahkan di pesan dari Jakarta.

Dari pemandangan yang dilihat Bangka Pos, taman Siti Anna didominasi oleh tumbuh-tumbuhan berwarna hijau seperti pohon dan warna-warni dari berbagai bunga yang tengah bermekaran.

Konon warna hijau secara jasmani dapat memberi manfaat kesegaran mata sementara secara rohani warna hijau dapat berpengaruh untuk membangkitkan semangat hidup.

"Inspirasi membuat taman ini timbul saat saya melihat pagi hari bapak-bapak ibu di luar negeri seperti di Singapura dan Cina bebas bergerak di taman.Ada tempat duduk dan alat latihan tangan dan kaki. Namun kita memang belum bisa menghadirkan alat latihan itu karena masih keterbatasan sana. Alasan kedua karena kita ingin agar lansia di Siti Anna habis makan dan minum tidak langsung tidur namun bisa senam di taman ini," jelas Suster Yohanna kepada Bangka Pos.

Biaya yang dikeluarkan Siti Anna untuk merawat taman ini mengguna tenaga ahli yang membutuhkan dana sebesar Rp.5 juta dalam satu bulan.

Pasalnya merawat taman memang tak bisa sembarangan karena apabila tak diperhatikan maka akan tumbuh rumput liar dan kutu yang merusak kualitas taman.

"Kita pakai tenaga ahli yang merawat taman ini untuk penghijauan kita gunakan pupuk. Para pekerjanya juga membersihkan taman ini setiap hari,"ujar Suster Yohanna.

Hingga saat jumlah penghuni lanjut usia (lansia) di Panti Bhakti Kasih Siti Anna berjumlah 50 orang yang terdiri dari 15 laki-laki dan 35 perempuan.(*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved