Mahasiswa Sekap Siswi di Kos-kosan, Tangan Diikat Lalu Diperkosa, Sudah 10 Kali Begituan

Dengan tangan diikat di atas kepala, dan kepala ditutupi batal, LD dipaksa pelaku untuk melayani nafsu bejatnya.

Mahasiswa Sekap Siswi di Kos-kosan, Tangan Diikat Lalu Diperkosa, Sudah 10 Kali Begituan
IST
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, PALEMBANG - Orangtua mana yang tak marah mengetahui anak gadisnya jadi korban penyekapan dan pencabulan.

Begitu pula yang dialami Sinta Emil Eliyanti (43), warga Jalan Lintas Timur RT 01/01 Kecamatan Indralaya.

Sinta melaporkan kejadian yang dialami anaknya, LD (16) ke Polresta Palembang, Minggu (12/10/2017).

LD yang masih terlihat trauma didampingi ibunya (Sinta) menuturkan kejadian tersebut pada Rabu (8/11), sekitar pukul 09.00.

//

Berawal korban menerima pesan WA dari terlapor, untuk mengajak bertemu di kos-kosan terlapor berinisial MT di Jalan OPI 6, perumahan Bogelvile, Kecamatan SU I, Palembang.

Karena sudah berpacaran hampir 6 bulan, saat itu korban yang hendak pergi sekolah terpaksa minggat ke kosan sang pacar.

//

Korban naik gojek dari Indralaya pergi ke Palembang.

"Saya itu sedang sakit pak, namun dipaksanya ke kosan. Ya terpaksa karena saya sudah sayang, dan kami pacaran, terpaksalah saya ke sana," ungkap LD, tertunduk malu.

Namun, sesampai di kosan pelaku, LD pun bukan mendapatkan perlakukan yang baik dari sang pacar. Pelaku malah marah-marah, saat LD tidak mau diajak berhubungan badan layak suami-istri.

Dengan tangan diikat di atas kepala, dan kepala ditutupi bantal, LD dipaksa  pelaku untuk melayani nafsu bejatnya.

"Sesampai disana dia marah-marah pak. Dia mau gituan, tetapi saya tidak mau. Lalu tangan saya diikat dan muka saya ditutup dengan batal. Dia pun membuka baju dan celana saya. Serta menggauli saya pak, hampir 10 kali selama tak pulang kami melakukan itu, " ungkapnya.

Ternyata, ketidakpulangan sang anak membuat orangtuanya khawatir.

 Setelah mencari kemana-mana, bahkan ke rumah orangtua pelaku yang terletak di Jalan Lintas Prabumulih Gang Lampung Kecamatan Indralaya Utara, keberadan LD pun tak ditemukan.

Namun, setelah orangtua pelaku diminta bersama-sama mencari LD di kosan anaknya di Palembang, pada Jumat (10/11), sekitar pukul 23.00, ternyata LD sedang disekap pelaku.

"Kejadian ini bukan kali ini saja terjadi. Sudah dua kali. Setiap anak saya tidak pulang pasti pergi bersama terlapor.Tetapi untuk yang ditiduri terlapor, anak cerita dengan saya. Oleh itu kami laporkan ke sini," ungkap Sinta terlihat kesal.

Sinta menuturkan LD juga sering diperas oleh terlapor. Ini diketahui Sinta setelah uang di ATM habis terkuras.

" Jadi gini pak, ATM saya ini PINnya anak saya tahu. LD ini sering dimintai uang oleh terlapor, terhitung hampir total semuanya Rp 6 juta, uang saya lenyap dari ATM," katanya.

Lanjut Sinta, atas kejadian ini pihak keluarga sudah meminta tanggung jawab pada  keluarga terlapor.

Namun keluarga terlapor tak mau bertanggung jawab, dengan alasan anaknya (pelaku) masih kuliah.

"Saya sudah benar-benar meminta tanggung jawab pak, tetapi keluarga tidak mau, dengan alasan anaknya masih kuliah," ungkapnya.

Atas laporannya, Sinta berharap agar terlapor bisa ditangkap," Saya tidak terima anak sudah dirusak oleh terlapor, saya juga sudah berniat baik, tapi seperti dikecili. Jadi saya minta terlapor ditangkap saja
pak,"ungkapnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara, melalui KA SPK, Ipda Bambang, membenarkan sudah menerima laporan korban.

"Laporan sudah kita terima, korban juga sudah kita minta Visum ke RS Bhayangkara, guna ditindaklanjuti oleh Unit Perlidungan Perempuan dan Anak (PPA), Polresta Palembang," katanya.

Editor: fitriadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved