Kenaikan UMP Tidak Ada Hubungan dengan Investor
Kami sudah melakukan kajian, dan itu tidak ada hubungan. Kami sudah lakukan pengecekan, tidak ada investor yang mengeluhkan itu
Penulis: Disa Aryandi | Editor: khamelia
Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi
BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Belitung, Azhar Asbathara mengatakan, tidak memiliki kaitan antara investor dan analisa kenaikan UMP.
"Kami sudah melakukan kajian, dan itu tidak ada hubungan. Kami sudah lakukan pengecekan, tidak ada investor yang mengeluhkan itu, yang ada kaitan dengan investor hanya kestabilan dan kenyamanan," kata Azhar, Selasa (14/11/2017).
Kenaikan UMP hanya 3,8 persen, kata Azhar, tidak sesuai dengan PP nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan.
"Kalau dihubungkan dengan inflasi juga tidak ada, karena sebetulnya terjadi inflasi karena bahan pokok kita masih didatangkan dari luar Belitung," ujarnya.
Kenaikan hanya 3,8 persen itu, lanjut Azhar, dinilai sangat ironis sekali dan dianggap tidak ada keberpihakan kepada tenaga kerja.
"Seharusnya ini (kenaikan UMP) menjadi prioritas. Ini harus dikaji dulu sesuai atau tidak dengan pekerja, termasuk daya beli masyarakat. Kalau cuma naik segitu itu tidak cukup, dengan kebutuhan ekonomi yang semakin naik," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kantor-dinas-koperasi-perdagangan-dan-tenaga-kerja-kabupaten-belitung_20171114_114845.jpg)