Breaking News:

Ada Kisah Ular Kotok dalam Perjalanan Budi Mulia

Mereka percaya, jika menjamah Ular tersebut akan terjangkit penyakit kusta. Sehingga, seluruh siswa lari

Editor: Iwan Satriawan
Bangkapos/Idandimeikajovanka
Br. Eduardus saat menceritakan mitor Ular Kotok 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Jelang HUT Budi Mulia Pangkpinang ke 83 Pangkalpinang, Br. Eduardus selaku guru Budi Mulia berkenan membagi cerita tentang pengaruh mitos ular Kotok terhadap perjalanan Budi Mulia.

Ia menyebutkan, dulu terdapat kongresasi Bruder Budi Mulia tahun 1926 yang mendirikan panti asuhan dan tahun 1930 diberi nama yayasan Lourdes.

Sering berjalannya waktu, tahun 1951 berganti menjadi Budi Mulia.

Selanjutnya, ia mengisahkan cikal bakal berdirinya Budi Mulia di Pangkalpinang dari keinginan Pastor Bakker membuat sekolah laki-laki.

Setelah mendapatkan persetujuan, tahun 1934 Bruder Belanda bertandang ke Indonesia membangun gedung.

Sejumlah misionaris, seperti Br. Gualbertus dan Br. Richarius diberangkatkan ke Pangkalpinang.

“Mulanya, para Bruder mengalami kesulitan karena berhadapan dengan kepercayaan masyarakat Pangkalpinang terhadap sejumlah mitos, seperti mitos Ular Kotok,” kata Br. Eduardus.

Br. Eduardus mengatakan saat wisata sekolah murid-murid bertemu Ular Kotok yang di anggap keramat. Mereka percaya, jika menjamah Ular tersebut akan terjangkit penyakit kusta.  Sehingga, seluruh siswa lari ketakutan dan berteriak histeris.

“Bruder tidak mengetahui mitologi tersebut langsung mematikan Ular menggunakan sepotong kayu. Murid-murid pun pergi menjauh dari Ular,” ujar Br. Eduardus

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved