CPNS Guru Diharapkan Jangan Hanya Bagi Mereka yang Baru Lulus

Dirinya mengaku sangat setuju adanya pengangkatan guru honorer yang memenuhi persyaratan kompetensi dan

CPNS Guru Diharapkan Jangan Hanya Bagi Mereka yang Baru Lulus
Bangkapos/Nordin
Muntoha (kanan) Wakil kepala sekolah SMPN 3 Lepar Pongok dalam kegiatan seminar nasional guna memperingati hari guru nasional dan HUT PGRI ke 72 Pangkalpinang di Gedung Graha Timah, Rabu (15/11) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nordin

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Muntoha Wakil kepala sekolah SMPN 3 Lepar Pongok mengatakan, saat ini ada 9 guru di sekolahnya.

Lima merupakan honorer dan empat PNS.

Dalam seminggu mereka mengajar bervariasi, ada yang 30 jam, namun tidak jarang kurang dari itu.

"Sebetulnya aturan dari pusat 34 jam seminggu, tetapi mengingat banyak guru honor jadi berbagi. Terkadang ada yang ngajar kurang dari 20 jam seminggu," ungkap Muntoha kepada bangkapos.com, Rabu (15/11).

Dirinya mengaku tidak membatasi aktivitas guru diluar jam sekolah, asalkan fokus dan konsisten dalam mendidik anak didiknya.

Sementara dr. Unifah rosyidi, M.Pd Ketua umum pengurus besar PGRI pusat mengatakan, kekurangan guru delapan tahun terakhir hampir 1 juta, mungkin lebih, karena tidak adanya pengangkatan.

Pihaknyapun berharap pemerintah pusat melakukan analisis desain dan kebutuhan terhadap guru.

"Penyelesainnya seperti apa, ada guru PTT, GTT, berharap bos jangan hanya 15 persen, dinaikan dana BOS dan jangan berbelit-belit. Pengangkatan guru honorer di daerah harus direvisi, dibolehkan secara terbatas dengan aturan yang ketat,"

" P3K, pengangkatan guru dengan perjanjian khusus, PNS guru mulai direkrut, terutama di daerah terpencil, terdepan, terluar disitu diangkat, kalau kurang kualitasnya di upgrade melalui pendidikan dan profesi guru," sambungnya.

Dirinya mengaku sangat setuju adanya pengangkatan guru honorer yang memenuhi persyaratan kompetensi dan memenuhi kualifikasi.

Hal itu wajar dan fair, jangan ditutupi atau dibuka saja untuk yang baru. Bagi mereka memenuhi kualifikasi dan kompetensi harus diutamakan.(*)

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved