Jaksa Umumkan Tiga Nama Tersangka Tipikor Kolam Renang Loka Tirta Sungailiat

Kasus ini berawal tiga tahun silam, Tahun 2014 lalu. Ketika itu rehabilitasi kolam renang yang dimaksud dimulai.

Jaksa Umumkan Tiga Nama Tersangka Tipikor Kolam Renang Loka Tirta Sungailiat
bangkapos.com/Fery Laskari
Kasi Pidsus Kejari Bangka, MF Hasibuan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Akhirnya, Rabu (15/11/2017), Jaksa Kejari Bangka buka mulut soal hasil penyelidikan dan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) Rehabilitasi Kolam Renang Loka Tirta Sungailiat Bangka.  Jaksa memastikan, tiga orang, diduga merugikan negara, resmi ditetapkan sebagai tersangkanya.

Kasus ini berawal tiga tahun silam, Tahun 2014 lalu. Ketika itu rehabilitasi kolam renang yang dimaksud dimulai. Seiring perjalanan waktu, muncul kejanggalan berbuntut pada indikasi pelanggaran, pada proses rehabilitasi tersebut.

Sejak isu Tipikor ini berhembus, jaksa melakukan penyelidikan. Namun dua tahun berlalu, belum ada kejelasan hasil penyelidikan pada perkara ini.  Dalam kurun waktu itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bangka pun gonta-ganti, dari Hendri Yanto ke Budy M Nainggolan. Hingga akhirnya, MF Hasibuan,  September 2017 lalu dipercaya memegang jabatan tersebut.  Baru dua bulan memegang jabatan, Hasibuan langsung membuat gebrakan, mengumumkan nama-nama pelakunya.

Kepala Kejari Bangka, Supardi diwakili Kasi Pidsus MF Hasibuan, awalnya enggan menyebutkan soal kelanjutan penanganan perkara ini. Namun setelah didesak sejumlah wartawan, pria berdarah Batak itu "buka mulut'.

"Berawal pada Tanggal Tanggal 18 September 2017 lalu, Kejari Bangka mengeluarkan surat perintah penyidikan (Sprindik) sehubunan dengan adanya dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan rehabilitasi Kolam Renang Loka Tirta Sungailiat Tahun Anggaran 2014," kata Hasibuan.

Saat penyidikan dimulai, tim penyidik kejaksaan langsung memeriksa sejumlah saksi. Penyidik juga mulai mengumpulkan bukti bukti terkait dugaan Tipikor di perkara ini, sesuai Pasal 184 KUHAP.

"Dalam proses penyidikan tersebut  kami telah meminta keterangan Saudara MH selaku PPK proyek yang dimaksud, Saudara ES selaku PPTK dan Saudara HR selaku Direktur PT Dame Uli Jadiaman Indah selaku penyedia," katanya.

Setelah proses penyidikan dilakukan, jaksa mendapatkan titik terang. Alat bukti yang diinginkan, ditemukan. Setelah gelar perkara, Tim Penyidik Kejari Bangka  kemudian menetapkan nama-nama tersangka. "Gelar perkara dipimpin oleh Kajari Bangka (Supardi) dan diikuti seluruh tim penyidik dan seluruh jaksa," katanya.

Hingga saatnya tiba, setelah yakin, Penyidik Kejaksaan resmi menetapkan ketiga orang  awalnya hanya sebagai saksi atau terperiksa tadi sebagai tersangka. Penetapan nama-nama tersangka yang dimaksud karena mereka dianggap merugikan negara.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved