Presiden Jokowi Kabulkan Grasi, Pondreng Lolos Hukuman Mati

Sumardi alias Pondreng alias Aco, lolos dari hukuman mati. Presiden RI Joko Widodo sedikit mengampuni kesalahannya,

Presiden Jokowi Kabulkan Grasi, Pondreng Lolos Hukuman Mati
bangkapos
Pondreng divonis mati 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sumardi alias Pondreng alias Aco, lolos dari hukuman mati. Presiden RI Joko Widodo sedikit mengampuni kesalahannya, yang kemudian mengalihkan status pidana Pondreng menjadi hukuman seumur hidup.

Peralihan status pidana itu dituangkan dalam Surat Keputusan Grasi Presiden RI, Nomor 16/G Tahhn 2017, Tanggal 12 Oktober 2017. Grasi turun melalui Sekretaris Negara (Sesneg), dan dilanjutkab kepada para pihak, termasuk Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat dan Kuasa Hukum Pondreng.

"Sesuai surat yang kami terima, Tertanggal 12 Oktober 2017, bahwa ada keputusan Presiden Nomor 16/G Tahun 2017 tentang pemberian grasi. Salah satu lampirannya memberikan grasi pada Terpidana Sumardi alias Pondreng  alias Aco bin Sumpung, Pria Kelahiran Lampung Tanggal 22  Agustus 1985," kata Ketua PN Sungailiat Sarah Louis Simanjuntak diwakili Humas II R Narendra Mohni kepada Bangkapos.com, Rabu (15/11/3017).

Putusan PN Sungailiat hingga Kasasi MA, semuanya menyatakan Sumardi alias Pondreng terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan melakukan kekerasan pada anak yang mengakibatkan mati. Karena itu pula, PN Sungailiat menjatuhkan putusan hukuman (pidana) mati pada Pondreng, yang dikuatkan Putusan hingga Kasasi MA, beberapa waktu lalu.

"Yang semula dijatuhi pidana mati (PN Sungailiat hingga MA),  namun atas permohonan grasi tersebut dikabulkan presiden, dialihkan menjadi pidana seumur hidup," kata Kiki, sapaan akrab Narendra R Mohni.

Saat ditanya apa pertimbangan meringankan sehingga presiden mau mengabulkan permohonan Pondreng? KIKI tak menjelaskan. Namu  katanya, grasi yang dimohonkan melalui Penasihat Hukum Pondreng dikabulkan karena itu adalah menjadi hak presiden.

"Putusan Grasi Presiden dikeluarTanggal 12 Oktober 2017. Kemudian pastinya lewat Sesnegnya dulu, dan Sesnegnya kirim Tanggal 18 Oktober 2017, dan baru diterima oleh kita (PN Sungailiat) pada Tanggal 6 Bulan 11 (Nopember) 2017. Soal grasi dikabulkan, tentu ada pertimbanganya disana," kata Kiki.

Dikonfirmasi terpisah,  Ade P Danishwara, Kuasa Hukum Pondreng dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Babel mengaku bersyukur. Menurut Ade, permohonan grasi yang mereka ajukan atas nama Sumardi alias Pondreng, akhirnya berbuah manis.

"Kami selaku Kuasa Hukum Sumardi alias Pondreng dari Kantor Hukum LBH Babel. Saya juga merangkap Direktur LBH Babel. Alhamdulillah sebagaimana Keputusan Presiden RI Nomor 16/G Tahun 2017 yang salinannya telah kami terima memang benar permohonan grasi kami atas nama Terpidana Mati Sumardi alias Pondreng dikabulkan oleh Presiden Joko Widodo. Isinya, bahwa adanya perubahan jenis pidana, dari pidana mati menjadi pidana seumur hidup," tambah Ade.

Penulis: ferylaskari
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved