Breaking News:

Kejurnas Tinju Perdana di Babel, Johni Harap Masyarakat Bisa Kena Demam Tinju

Saya harap Kejurnas Tinju ini menimbulkan kebanggaan bagi masyarakatnya dan menimbulkan demam tinju bagi para pemuda

Bangka Pos/ Ardhina Trisila Sakti
Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Johni Asadoma 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Johni Asadoma hadir menyaksikan pertandingan Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Elite Men's Woman's hari kelima, Kamis (16/11) di GOR Kacang Pedang Pangkalpinang.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung perdana menjadi tuan rumah Kejurnas tinju yang diikuti 29 provinsi di Indonesia, Johni ditemani pengurus Pertina dari berbagai daerah datang ke lokasi dan menyaksikan pertandingan.

Menurutnya Babel telah melaksanakan tugasnya dengan baik dengan menyediakan sarana, prasarana berserta dukungan transportasi dan gedung.

"Saya harap Kejurnas Tinju ini menimbulkan kebanggaan bagi masyarakatnya dan menimbulkan demam tinju bagi para pemuda pemudi di Babel untuk menekuni olahraga ini," ujar Wakil Ketua Umum Pertina yang berangkat Brigjen Pol.

Kedatangan Johni di Bumi Serumpun Sebalai selain untuk menyaksikan pelaksanaan Kejurnas Tinju. Pasalnya ia bersama pengurus Pertina dari seluruh Indonesia akan melaksanakan rapat esok hari untuk musyawarah kerja nasional (Mukernas). Dua hal pokok yang akan dibahas mengenai organisasi dan pembinaan prestasi.

"Ini salah satu ajang seleksi menuju Asian Games. Saat ini kita sedang melakukan platnas Asian Games di Manado. Kalau ada (petinju) yang main bagus berpotensi disini maka bisa kami pertimbangkan untuk ikut platnas Asian Games,"bebernya.

Menanggapi petinju Babel sebagai tuan rumah telah gugur pada pertandingan sebelumnya. Johni tampak terkejut, ia pun menyarankan agar kepengurusan segera mengevaluasi petinjunya.

Selain itu dukungan pemerintah terhadap prestasi petinju juga berpengaruh. Pengaruh ini berupa dukungan anggaran untuk pembinaan atlit tinjunya.

"Tinju itu adalah olahraga seni dan bela diri. Kemudian ada intelegensi, bukan otot saja tapi otak bagaimana mengambil keputusan dan mengeksekusi. Tinju menjunjung sportifitas luar biasa, walau terkesan olahraga pukul yang menyakitkan lawan tapi setelah itu bersahabat kembali karena persaudaraan," tutupnya.(*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved