Penambang Tak Hiraukan Ultimatum Kapolda Babel

Kemarin saya juga sudah patroli kesana, memang masih ada yang beroperasi. Hal ini pun sudah kami sampaikan ke pimpinan

Penambang Tak Hiraukan Ultimatum Kapolda Babel
bangka pos Anthoni
Aktifitas TI di DAS dan Manggrove desa Rambat, Simpang Teritip 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Puluhan ponton TI tower Ilegal terus merambah DAS dan hutan Mangrove Desa Rambat, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat.

Kamis (16/11/2017) kemarin, Para penambang seolah tak kapok, meski telah berulangkali ditertibkan tim gabungan Polres Babar, Sat Pol PP, Koramil Muntok dan Polhut.

Mereka juga tak mengindahkan ultimatum Bupati Bangka Barat H Parhan Ali dan Kapolres Bangka Barat AKBP Hendro Kusmayadi S.Ik.

Selain ultimatum tersebut, belum lama ini, Kapolda Bangka Belitung Brigjen (Pol) Saiful Zachri, juga mengultimatum penambang ilegal. Khususnya yang merambah DAS dan hutan Mangrove.

Ultimatum tersebut disampaikan Jenderal Bintang satu itu di sela-sela menghadiri penyerahan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di lapangan Bola Jebus, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat belum lama ini.

Mantan Wakapolda Sumsel ini, mengatakan bulan November ini tim mulai melakukan pemantauan. Ditegaskan Kapolda, perambahan hutan bakau, dan DAS menjadi target dan sasaran pemantauan Polda Babel.

"Setelah ini disosialiasi dan diberlakukan, november ini kami akan membentuk tim, pemantau yang bertugas mengawasi Tambang Ilegal. Khususnya yang merambah bakau dan DAS," ujar Syaiful kepada bangkapos.com, Senin (23/10/2017) lalu.

Kapolsek Simpang Teritip Ipda Kukuh, Jumat (17/11/2017) membenarkan masih beroperasinya sejumlah TI Tower di DAS dan mangrove desa Rambat. Belum lama ini menurut Kukuh, dirinya sempat menyaksikan langsung puluhan TI tower tersebut merambah DAS dan Manggrove desa Rambat.

Sejauh ini pihaknya masih menunggu instruksi jajaran Polres Babar. Bahkan hal tersebut telah disampaikan Kukuh ke Kapolres.

"Kemarin saya juga sudah patroli kesana, memang masih ada yang beroperasi. Hal ini pun sudah kami sampaikan ke pimpinan. Tinggal menunggu instruksi mereka," ujar Kukuh.

Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved