Tiga Penambang Ilegal Dibekuk Buser Polres Basel

Penambangan dilakukan di Lokasi Kolong laut dusun parit dua Desa Kepoh Kecamatan Toboali

Tiga Penambang Ilegal Dibekuk Buser Polres Basel
bangkapos/riki pratama
Para tersangka terlihat sedang di lakukan pemeriksaan oleh para penyidik Polres Basel, di ruang Reskrim Polres, pada (17/11/2017) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Buser Reskrim Polres Basel berhasil membekuk tiga orang laki-laki yang diduga telah melakukan kegiatan penambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin menteri, dan melakukan usaha penambangan tanpa izin pada Jumat (17/11/2017) pada pukul 05.00 Wib.

Penambangan dilakukan di Lokasi Kolong laut dusun parit dua Desa Kepoh Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Dimana tersangka yang berhasil ditangkap yakni, Sukris (40) Harjono (52) warga Sukadamai dan Gendet (38) yang semuanya warga Sukadamai, Toboali Bangka Selatan.

Kabag Ops Polres Basel, Kompol Erlichson menjelaskan berawal dari lokasi kolong laut dusun parit dua Kecamatan Toboali diduga telah terjadi tindak pidana, tersangka yang di sangka melakukan kegiatan penambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin Menteri dan melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK.

"Pada saat di lapangan personil Polres Basel yang terlibat penangkapan melakukan penindakan terhadap penambang yang berada di lokasi kolong laut dusun parit dua kecamatan Toboali, penambang dan pembeli berhasil ditangkap Kemudian tersangka dan barang bukti diamankan ke Polres Basel guna penyidikan lebih lanjut," kata Kabag Ops Polres Basel kepada wartawan, Kompol Erlichson, Jumat (17/11/2017).

Dari tangkapan tersebut, sambung Kabag Ops didapatkan beberapa barang bukti yang berhasil diamankan anggota Polres yakni satu unit sepeda motor yamaha mio soul GT warna putih, satu unit sepeda motor yamaha mio soul warna hijau.

Lalu satu unit sepeda motor yamaha mio soul warna kuning hitam, satu unit sepeda motor yamaha mio soul warna hitam, dua kampil pasir timah 119 Kg milik Sukris, 1/2 kampil pasir timah 44,5 Kg milik Harjono dan dua kampil pasir timah 114 Kg milik Gendet.

"Akibat perbuatan tersebut tiga tersangka dikenakan pasal 89 ayat 1 huruf a jo pasal 17 ayat 1 huruf b, Undang undang RI nomer 18 tahun 2003 dan pasal 158 Undang undang RI no 4 tahun 2009, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dan tentang pertambangan mineral dan batubara dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," lanjutnya.

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved