Dilarang Berburu Rusa dan Pelanduk di Taman Nasional Gunung Maras

ada beberapa larangan dari pemerintah pusat terkait dengan penetapan status Kawasan Taman Nasional Gunung Maras

Dilarang Berburu Rusa dan Pelanduk di Taman Nasional Gunung Maras
bangkapos.com/Riyadi
Bukit Maras (statusnya sekarang sebagai Taman Nasional Gunung Maras) di Desa Berbura Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka. Foto diambil dari Dermaga Tirus Desa Riau Kecamatan Riausilip. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Saat ini, siapapun dilarang melakukan perburuan rusa, pelanduk (kancil) atau sejenisnya dan satwa di Taman Nasional Gunung Maras di Desa Berbura Kecamatan Riausilip.

Larangan itu menyusul terbitnya SK penetapan Kawasan Taman Nasional Gunung Maras, yakni SK MENLHK No: 576/Menlhk/Setjen/PLA.2/7/2016, dengan dasar UU Nomor 5 Tahun 1990 Tentang KSDAE, UU No 41 Tahun 1999 tentang kehutanan dan UU No. 18 tahun 2013 tentang P3K.

Luas taman nasional tersebut, 16.806,91 hektar.

Kadus Buhir Desa Berbura Karnadi mengatakan, selain ada beberapa larangan dari pemerintah pusat terkait dengan penetapan status Kawasan Taman Nasional Gunung Maras, masyarakat khususnya di Dusun Buhir juga melarang perburuan rusa, pelanduk dan satwa lainnya di taman nasional itu.

"Tujuannya untuk melindungi satwa yang ada di Maras. Tapi kalau misal ada nemu (ketemu) pelanduk, itu kan daging, sayang juga kalau nggak diambil, kadang ada yang beranggapan seperti itu, tapi padadasarnya kami bersama masyarakat di kampung menjaga dan melestarikan hutan dan isinya," ujar Karnadi.

Taman Nasional Gunung Maras, status utamanya adalah Hutan Konservasi (HK). Taman nasional tersebut,m bagian dari HK.

Penulis: riyadi
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved