Vice Editor In Chief Bangka Pos Beri Materi Menulis Opini Kepada Pegawai BPS

Menulis opini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota BPS mengutarakan opini dengan benar guna melawan informasi negatif.

Vice Editor In Chief Bangka Pos Beri Materi Menulis Opini Kepada Pegawai BPS
bangkapos/Dhina
Vice Editor In Chief Bangka Pos Group Syarif Dayan saat memberi materi workshop Menulis Opini Pemanfaatan Data Statistik Ekonomi Wilayah 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Vice Editor In Chief Bangka Pos Group, Syarif Dayan memberi materi workshop bertema "Menulis Opini Pemanfaatan Data Statistik Ekonomi Wilayah" kepada puluhan pegawai intern Badan Pusat Statistik (BPS) dari tujuh kabupaten Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (22/11/2017).

Diskusi workshop ini berjalan aktif dengan berbagai pertanyaan dari anggota BPS, termasuk oleh Kepala BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darwis Sitorus. Dalam materinya, Syarif Dayan mengulas kelemahan data yang dirilis BPS yang terkesan kaku.

"Data yang sampai jangan terlalu kaku sehingga masyarakat gak pusing karena bicara angka. Kedua dipublish ke media massa agar bisa dibaca luas dan mengena," ungkapnya.

Ia pun memberi tips menulis opini yang lebih baik dengan menambahkan data. Menurutnya opini yang ditulis dengan data bisa memberikan pencerahan kepada pemangku kebijakan yang menggunakan data BPS sebagai instrumen mengambil keputusan.

"Namun hati-hari ya, menulis opini jangan dipadu dengan emosional. Jangan menghakimi," ingatnya.

Sementara, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung, Darwis Sitorus mengatakan workshop menulis opini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota BPS mengutarakan opini dengan benar guna melawan informasi negatif.

Dikatakannya BPS sebagai pelopor data kini mulai belajar mengkomunikasi data bukan hanya kepada pejabat pemerintahan namun juga pada masyarakat.

"Kita gak berdiam diri, sebagai gudang data dan pengetahuan kita ingin menjelaskan dan meng-counter (lawan) berita negatif mungkin dengan opini. Sekarang eranya berkembang, generasi milenial jaman now. Kita mengundang pihak luar, data dari mulut kita mungkin gak menarik makanya kita harus belajar mengemas dengan opini," ujar Darwin Sitorus kepada Bangka Pos.

Peserta pelatihan
Peserta pelatihan (bangkapos/dhina)
Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved