Menguak Sosok Ratko Mladic, Jagal nan Sadis yang Membantai Lebih Dari Tujuh Ribu Muslim Bosnia

Kekejaman yang dilakukan Mladic berawal pada 1992, ketika Muslim Bosnia dan warga Kroasia memilih merdeka dalam referendum

Menguak Sosok Ratko Mladic, Jagal nan Sadis yang Membantai Lebih Dari Tujuh Ribu Muslim Bosnia
AFP
Ratko Mladic tiba di bandar udara di Sarajaveo, 1993. 

Hidup menjadi buronan

Pada akhir 1995, mahkamah kejahatan perang PBB mendakwa Mladic melakukan dua genosida berupa pembantaian di Srebenica dan pengepungan Sarajevo.

Sejumlah kombatan lain juga dikenai dakwaan kejahatan perang termasuk tentara Kroasia dan Bosnia.

Mladic tak langsung ditangkap dan ia hidup sebagai buronan. Dalam status sebagai terdakwa, ia terang-terangan didukung dan didukung oleh Presiden Yugoslavia ketika itu, Slobodan Milosevic.

Ia dengan bebas bisa menikmati hidangan di restoran di Beograd dan dengan didampingi pengawal pribadi, ia bisa menonton pertandingan sepak bola.

Jatuhnya Milosevic dari tampuk kekuasaan pada tahun 2000 yang diikuti dengan penahanannya membuat Mladic tak leluasa tampil di depan umum.

Dalam satu dekade berikutnya ia pindah dari satu persembunyian ke persembunyian lain di Serbia, dengan bantuan kelompok-kelompok kecil yang masih setia dengannya.

Ia ditangkap pada 26 Mei 2011 di satu rumah di Lazarevo.

Ketika polisi memasuki rumahnya, Mladic yang pernah bersumpah tak akan menyerahkan diri dalam keadaan hidup-hidup, tak memberikan perlawanan sama sekali. Dua senjata berisi peluru yang ia siapkan untuk membela diri, tak ia sentuh.

Ia ditangkap pada usia 69 tahun. Hilang sudah wajah tegar dan fisik yang kuat akibat stroke. Lengan kanannya tak bisa digerakkan akibat stroke ini.

"Jika mau, saya bisa menembak mati sepuluh polisi (yang akan menahan saya) ... tapi mereka hanya perwira-perwira muda yang menjalankan tugas," kata Mladic kepada tim polisi yang menahannya.(BBCIndonesia)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved