Ada yang Buat Petisi Larangan Iklan, Tahu Nggak 2018 Harga Rokok Naik Lagi

para pecandu rokok mengerutkan dahinya mendengar informasi jika harga rokok kemungkinan bakal naik di tahun 2018.

Ada yang Buat Petisi Larangan Iklan, Tahu Nggak 2018 Harga Rokok Naik Lagi
Istimewa
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM – Iklan rokok media penyiaran mengusik sosok 'dokter kreatif' asal Malang dr Gamal Albinsaid untuk menyerukan sebuah petisi. Gamal mendesak agar Komisi I DPR RI tetap konsisten membahas RUU Penyiaran yang merupakan revisi UU No 32 Tahun 2002 tentang penyiaran.

Dalam draft RUU itu menjelaskan ketentuan melarang iklan rokok dari media penyiaran seperti yang termuat pada pasal 144 ayat 2 huruf i.

//

“Namun menyedihkan mengetahui pada tahap harmonisasi di Baleg, ternyata mencabut larangan iklan rokok tersebut. Akhirnya draft RUU terakhir mencabut larangan iklan rokok,” kata Gamal, Kamis (23/11/2017).

Berangakt dari kekecewaan itu, Gamal membuat petisi  dukungan larangan iklan rokok di RUU Penyiaran. Petisi itu sejauh ini sudah ditandatangani sekitar 2000 orang. Gamal mengatakan menargetkan 10 ribu tanda tangan.

“Setelah itu kita serahkan ke anggota dewan sebagai bentuk komitmen kami,” ujarnya.

Gamal mengajak masyarakat luas mengisi petisi secara online melalui http://change.org/ PetisiStopIklanRokok.

Bicara tentang rokok,  para pecandu rokok mengerutkan dahinya mendengar informasi jika harga rokok kemungkinan bakal naik di tahun 2018.

Pemerintah dipastikan menaikan cukui hasil tembakau. Akibat dari pemberlakuan kenaikan tersebut, kemungkinan harga rokok bakal mengalami kenaikan.

Pemerintah memutuskan akan menaikkan tarif cukai hasil tembakau (cukai rokok) pada tahun 2018 mendatang. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan, kenaikan tarif cukai yang diterapkan 10,04%.

Kenaikan tarif cukai tersebut dilakukan dengan empat pertimbangan.

Pertama, aspek kesehatan dan konsumsi rokok yang perlu dikendalikan.

Kedua, mencegah peredaran rokok ilegal.

Ketiga, kesempatan kerja masyarakat terutama buruh tani dan buruh perusahaan rokok. Sedangkan pertimbangan keempat, penerimaan negara.

Intip Harga Rokok Tetangga

Sejauh ini harga rokok di Indonesia berkisar Rp 10.000-25.000 per bungkusnya.

Jika pun naik 10,4 persen, anda tentunya bisa memperkirakan seberapa jauh kenaikan tersebut.

Kenaikan harga jual rokok juga terjadi di Malaysia, 

Di negeri jiran itu, sedang diusulkan kenaikan harga rokok yang cukup fantastis. Harganya RM50 per bungkus, atau jika di-rupiahkan berkisar Rp. 160.000 per bungkus. Mahal ya?....

Dikutip dari malaysiakini, Dewan Pemuda Malaysia (MBM) hari ini mengusulkan kepada pemerintah untuk menaikkan harga rokok hingga RM50 per kotak dalam Anggaran 2018 yang dijadwalkan untuk diajukan oleh Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak pada hari Jumat.

Sekjen MBM Ahmad Saparudin Yusuf mengutip portal Utusan Malaysia yang mengatakan proposalnya adalah untuk membantu mencegah gejala terkait obat yang melibatkan remaja dan remaja.

Dia mengatakan, usulan kenaikan harga membuat rokok yang mahal dan murah akan menyebabkan remaja dan remaja merasa sulit.

"Jadi, jika harga rokok dinaikkan menjadi RM50, sebagai langkah awal, orang akan berpikir berapa kali untuk membeli karena harganya mahal," katanya.

Bagaimana pendapat anda?

Ternyata harga rokok di Indonesia tak sebanding dengan harga rokok di negeri tetangga maupun sejumlah negara maju lainnya.

Seperti yang dilansir dari cigarettesreporter.com beserta sumber lainnya, berikut adalah 11 negara dengan harga rokok paling mahal di dunia.

11. Swedia

Negara yang terletak di Eropa Utara ini menjual rokok dengan kisaran harga 108.000 rupiah dan sedang mempertimbangkan pelarangan lebih bagi tembakau hisap itu

10. Papua Nugini

Untuk meningkatkan kesehatan keseluruhan warga di negaranya, mereka membebankan harga sebesar 109.000 rupiah apabila kita ingin membeli rokok satu pak.

9. Swiss

Negara yang menjadi tempat lahir organisasi Palang Merah ini menetapkan peraturan ketat dalam kontrol tembakau. Pemerintahan memberikan pajak sehingga rokok dijual dengan harga 116.000 rupiah.

8. Prancis

Satu pak rokok di Prancis berkisar pada 116.900 rupiah. Saat kebijakan ini diberlakukan, para perokok sempat menolak hingga melakukan protes kepada pemerintah.

7. Singapura

Negara yang terletak di Asia Tenggara ini memiliki berbagai kebijakan untuk mengontrol para perokok. Dari harga yang berkisar di angka 118.900 rupiah untuk satu pak dan tempat-tempat khusus apabila kita ingin menghisap rokok.

6. Kanada

Negara ini mendorong para perokok untuk berhenti sebagai salah satu kepedulian pada kesehatan seluruh masyarakatnya. Kanada menjual rokok di harga 122.000 dan di kota Ontario kita harus membayar pajak lebih apabila ingin membelinya.

5. Islandia

Kontrol tembakau menjadi kepentingan negara yang ditunjukkan melalui pajak tinggi dan tempat khusus bagi mereka yang mau membeli rokok. Harga rokok di negara ini mencapai 126.000 rupiah.

4. Inggris Raya

Setelah naik 40%, harga rokok melambung tinggi di angka 163.000 rupiah apabila kita ingin membeli satu pak di negara ini. Untuk memperketat penjualan rokok, pemerintahan juga berencana untuk memberikan bungkus polos bagi semua rokok yang dijual di negara ini.

3. Norwegia

Walaupun perokok di negara ini dikatakan relatif rendah, pemerintah tetap memberlakukan harga tinggi yang berkisar di angka 191.000 rupiah. Cukup tinggi bukan?

2. Selandia Baru

Pemerintah di negara ini akan terus meningkatkan pajak tembakau yang dimulai dari tahun 2012. Kini apabila ingin membeli satu pak rokok, kita harus menyiapkan uang sebesar 194.000 ribu rupiah.

1. Australia

Ya, ternyata Negara Kangguru ini menjadi nomor pertama dalam daftar rokok termahal. Pemerintahan Australia memberikan pajak tinggi untuk perokok sehingga harga satu pak rokok mencapai 343.000 rupiah, sebuah angka yang luar biasa tinggi dibandingkan negara lain.(*)

Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved