Begini Repotnya KPU Terhadap Calon Independen

Calon independen atau perseorangan yang maju ke Pilkada cukup membuat repot petugas KPU.

Begini Repotnya KPU Terhadap Calon Independen
Bangka Pos / Hendra
Divisi Perencanaan dan Data Informasi, KPU Pangkalpinang, Yusmayadi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Calon independen atau perseorangan yang maju ke Pilkada cukup membuat repot petugas KPU.

Pasalnya, petugas KPU harus mendatangi satu persatu pemilik KTP dukungan. Bila pemilik KTP tidak mengaku mendukung atau tidak berada di tempat justru akan merugikan calon perseorangan tersebut.

"Sesuai aturannya, kita harus datangi satu persatu pemilik KTP yang mendukung calon independen tersebut. Benar apa tidak KTP-nya digunakan untuk mendukung calon tersebut," kata Yusmayadi, Divisi Perencanaan dan Data Informasi, KPU Pangkalpinang kepada bangkapos.com.

Jadi bila calon menyerahkan 13.708 KTP ke KPU, maka petugas KPU didampingi panwaslu dan calon tersebut akan mendatangi pemilik KTP dukungan.

Lanjut Yusmayadi, bila waktu yang ditetapkan 14 hari, maka rata-rata sekitar 1000 tempat yang harus didatangi oleh petugas KPU.

"Bayangkan repotnya. Biayanya cuma Rp 1000 per KTP, sekitar 1000 pemilik ktp perhari yang harus kita datangi. Kalau pakai sampel masih mudah, ini sesuai aturannya harus seluruhnya kita datangi. Satu per satu," ujar Yusmayadi.

Untuk syarat calon independen 10 persen dari DPT pemilihan terakhir. Di Pangkalpinang, sesuai dengan pilgub DPT sebanyak 137.072. Jadi syarat dukungan untuk calon independen atau perseorangan harus minimal 13.708.

Kemudian harus juga tersebar 50 dari kecamatan yang ada. Jadi untuk di Pangkalpinang, 13.708 DPT harus tersebar di 4 kecamatan.

"Kalau ada calon perseorangan nanti kita akan bagi verifikasi faktualnya per kecamatan," tambah Yusmayadi.

Penulis: Hendra
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved