Soal Keharmonisan Antar Umat Beragama, Contohlah Bangka Belitung

Kehidupan damai hidup berdampingan hanya akan terwujud bila satu sama lain saling menghormati dan menghargai

Soal Keharmonisan Antar Umat Beragama, Contohlah Bangka Belitung
Ist
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya Peresmian dan Pemberkatan Gereja Katolik Kristus Raja Desa Lampur Kabupaten Bangka Tengah, Minggu (26/11/2017) 

Laporan Wartawan  Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Keharmonisan antar umat beragama di Bangka Belitung terus dipupuk.

Kehidupan damai hidup berdampingan hanya akan terwujud bila satu sama lain saling menghormati dan menghargai. 

Demikian dikatakan Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya saat menghadiri Peresmian dan Pemberkatan Gereja Katolik Kristus Raja Desa Lampur Kabupaten Bangka Tengah,  Minggu (26/11/2017)

"Bangka Belitung selama ini hidup harmonis, toleransi antar umat beragama terus terjaga. Masyarakat saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Kebhinnekaan itu terjaga di masyarakat dan kondisi ini akan terus terjaga," kata Didit yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Babel.

Di depan  Uskup Adrianus Sunarko, OFM  yang baru tiga bulan bertugas di Bumi Serumpun Sebalai disaksikan para Pastor, dan Mehoa Ketua Pemuda Katolik KomDa Bangka Belitung

Didit bercita-cita persatuan umat beragama di Babel menjadi contoh keberagaman yang nyata bagi daerah lain di Indonesia.

"Pancasila menjadi ideologi bangsa menjadi tuntunan kita dalam hidup berbangsa dan bernegara yang hari-hari ini agak terganggu dengan masalah intoleransi. Khusus Babel, alan jadi contoh bagaimana keberagaman itu bisa hidup berdampingan," tukas Didit.

Contoh nyata saling menghormati itu kata Didit seperti Gereja Lama Desa Hampir, jemaat Kristen HKBP bergantian jam ibadah dengan umat Katolik sejak 50 tahun lalu.

"Ini membuktikan tanpa diceritakan panjang lebar contoh nyata di depan mata kita," ujarnya.

Hadir saat acara Pastor Paroki dan Kepala Desa, Perwakilan dari Korem dan Dandim, Polres serta anggota DPRD Dapil Bangka Tengah seperti Mehoa, Edi Purwanto, dan Dan hati.

Acara dikemas dalam tema inkulturasi, menampilkan tari Tor Tor  serta penampilan siswa  SMPN 2 Sungai Selan yang membawa tari dari berbagai daerah mencerminkan kebhinnekaan Babel.(*)

.

Penulis: Hendra
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved