Ih, Babi Berkeliaran Masuk Pekarangan Sekolah, Pemilik Bisa Diancam Kurungan 3 Bulan

Laporan pihak sekolah bahwa babi peliharaan warga berkeliaran dan masuk pekarangan SDN 10 Merawang Sinhin

Ih, Babi Berkeliaran Masuk Pekarangan Sekolah, Pemilik Bisa Diancam Kurungan 3 Bulan
(ist/satpolpp kabupaten bangka)
Tim Satpol PP saat memantau dan mengusir babi yang masuk pekarangan SDN 10 Merawang. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Tim Satpol PP Kabupaten Bangka, Senin (27/11/2017) mendatangi SDN 10 Merawang di Desa Sinhin. Pasalnya ada laporan dari pihak sekolah, babi peliharaan warga masuk ke pekarangan sekolah dasar tersebut sehingga mengganggu aktivitas di sekolah.

"Laporan pihak sekolah bahwa babi peliharaan warga berkeliaran dan masuk pekarangan SDN 10 Merawang Sinhin, kadang sedang upacara, babi masuk," ungkap Kabid Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka Achmad Suherman kepada bangkapos.com.

Untuk itu pihak Satpol PP langsung mendatangi rumah warga untuk melakukan sosialisasi agar mengkandangkan babi peliharaan mereka sehingga tidak berkeliaran bebas masuk ke halaman sekolah.

Ditegaskannya, berdasarkan Perda No 6 Tahun 2005 tentang ketertiban umum, pada pasal 17 ayat 5 disebutkan setiap orang atau badan dilarang melepas hewan ternak di tempat umum atau pekarangan orang lain.

Oleh karena itu bagi yang melanggar terancam kurungan tiga bulan atau denda Rp 5 juta.

"Pihak sekolah sudah melapor ke aparat desa, kadus, kami juga tadi koordinasi ke kadus tapi masyarakat ini tidak mau mengurung atau mengandang babinya," sesal Suherman.

Diakuinya pagar depan sekolah sudah ada hanya pagar belakang belum ada sehingga walau ditutup, anak babi bisa lolos masuk. Padahal di sekolah dasar tersebut ada 20 siswa muslim dan sebagian guru juga muslim walau tempat sekolah tersebut di perkampungan turunan Tionghoa.

Oleh karena itu pihak Satpol PP mengimbau agar warga mengandangkan ternaknya jika tidak maka akan diambil tindakan represif.

"Kami lah nyuruh secara lisan untuk mengandang kalau warga membandel tindakan represif, kita bawa ke pengadilaan karena melakukan pelanggaran perda," tegas Suherman.

Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved