Sidang Korupsi Dana Bergulir LPDB, JPU Hadirkan Dua Orang Saksi

jaksa penuntut umum (JPU) asal Kejaksaan Tinggi provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel) meghadirkan sedikitnya 2 orang saksi

Sidang Korupsi Dana Bergulir LPDB, JPU Hadirkan Dua Orang Saksi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi Palu hakim 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA---Proses hukum perkara kasus korupsi bantuan dana bergulir LPDB (Lembaga Pengembangan Dana Bergulir) tahun anggaran 2013 senilai Rp 2 miliar sampai saat ini masihlah dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang.

Kali ini pihak jaksa penuntut umum (JPU) asal Kejaksaan Tinggi provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel) meghadirkan sedikitnya 2 orang saksi masing-masing staf asal LPDB pusat, Jakarta.

Dalam persidangan yang digelar di PN Pangkalpinang, Senin (27/11/2017) sidang dipimpin oleh Sri Endang Amperawati Ningsih SH MH, Diah Astuti Miftafiatun SH MH dan Erizal SH MH sementara terdakwa Suwidi alias Awe terlihat hadir dalam persidangan dan didampingi penasihat hukumnya, sedangkan selaku JPU asal Kejati Babel yakni Sarpin SH dan Perdana SH.

Saat sidang berlangsung majelis hakim sempat menanyakan seputar anggaran dana bantuan yang dikucurkan oleh pihak LPDB pusat ke daerah kepada seorang staf LPDB, Agung Permana termasuk majelis hakim pun menanyakan soal prosedur maupun persyaratan dalam proses pengucuran dana bantuan yang disalurkan kepada masyarakat.

Saksi (Agung Permana) saat itu di hadapan majelis hakim mengatakan jika proses pencairan bantuan dana bergulir yang dikucurkan oleh LPDB tersebut sesungguhnya melalui tahapan proses diantaranya survai terhadap para calon penerima kucuran dana tersebut.

"Sebelum pencairan ada kegiatan survai guna mengetahui bagaimana kondisi usaha yang dijalankan oleh para calon penerima dana bantuan itu yang mulia," kata saksi itu di hadapan majelis hakim.

Dalam berita sebelumnya disebutkan terkait perkara korupsi ini Awe (tersangka) sendiri selaku direktur CV Biliton Makmur sebelumnya sempat menjalani pemeriksaan oleh pihak Kejari Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung.

Tersandung perkara ini Awe pun waktu itu langsung dijebloskan ke sel tahanan rutan kelas II Tanjung Pandan, Belitung, Rabu (10/5/2017) setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan.

Selanjutnya dalam penanganan perkara korupsi dana bergulir itu kini ditangani pihak Pidsus Kejati Babel, bahkan tim penyidik Pidsus Kejati Babel pun kembali menetapkan sedikitnya 2 orang tersangka lainnya masing-masing yakni Fauzan Hilmi (staf LPDB) dan Budi Sang Maharta.

Penulis: ryan augusta
Editor: edwardi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved