Warga Kembali Datangi Kandang Babi CV Kenanga Jaya Farm

Warga Lingkungan Air kenanga dan Lingkungan Lubukelik Sungailiat kembali bergejolak. Mereka kembali mendatangi kandang babi milik CV Kenaga Jaya Farm

Warga Kembali Datangi Kandang Babi CV Kenanga Jaya Farm
Bangkapos/Ferylaskari
Puluhan warga dari Lingkungan Parit Tujuh Airkenanga dan Lingkungan Lubukelik Sungailiat, Rabu (29/11/2017) mendatangi Kandang Babi CV Kenaga Jaya Farm Sungailiat terkait protes limbah dan bau busuk 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Warga Lingkungan Air kenanga dan Lingkungan Lubukelik Sungailiat kembali bergejolak. Mereka kembali mendatangi kandang babi milik CV Kenaga Jaya Farm di Sungailiat, Rabu (29/11/2017).

Satu persatu warga memasuki gerbang peternakan perusahaan tersebut. Mereka berencana membuat aksi protes untuk kesekian kalinya. Aksi ini memancing kedatangan pihak kepolisian. 

"Warga kami di Lingkungan Lubukelik dan warga dari Lingkungan Air Kenanga datang ke sini untuk memastikan apakah kandang babi ini akan kembali disegel atau tidak. Kami warga dari dua lingkungan ini keberatan dengan keberadaan peternakan babi ni," kata Kaling Lubukelik, Sakmen mengaku kesal sejak dulu persoalan protes warga seolah tak ditanggapi oleh pihak perusahaan. (*)

Gara-gara Bau Gak Bisa Makan

Ny Titi Susanti (50), terpaksa mengungsi pindah ke rumah keluarganya. Ibu rumah tangga (IRT), Warga RT 01 Lingkungan Lubukelik Kelurahan Lubukelik Sungailiat Bangka ini tak tahan setiap hari muntah-muntah karena mencium bau busuk dari Peternakan Babi CV Kenanga Jaya Farm, dekat rumahnya.

"Saya sampai pindah, mengungsi ke rumah keluarga. Karena bau busuk dari kandang babi ini menebar ke dalam rumah saya. Apalagi kalau buka jendela, baunya semakin busuk sekali," kata Ny Titi saat ditemui ketika sedang menggelar aksi protes bersama puluhan warga yang datang ke kandang babi CV Kenanga Jaya Farm di Lingkungan Parit Tujuh Lingkungan Airkenanga Kelurahan Kenanga Sungailiat Bangka, Senin (13/11/2017).

Perempuan yang mengaku tinggal sendiri di rumah, mengaku sudah tak tahan lagi. Setiap hari bau busuk semakin merebak.

"Saya tingggal sendiri di rumah karena anak saya tinggal di Jakarta. Saya mengungsi karena sudah tak tahan baunya. Kadang-kadang saya muntah mencium baunya. Makan juga dak bisa, karena bau busuk ini," keluh Titi.

Sementara itu, lokasi rumah Ny Titi berada Lingkungan Lubukelik, berbatasan dengan Lingkungan Parit Tujuh Air kenanga Kelurahan Kenanga Sungailiat, atau dekat dengan kandang babimilik perusahan tadi. Tak hanya Titi, namun ibu rumah tangga di sekitarnya, juga mengeluh.

Halaman
1234
Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved