Breaking News:

Pemilik Peternakan Babi Penuhi Tuntutan Warga Kosongkan Kandang Mulai Hari Ini

Sumur warga yang dicemari, akan diperiksa di laboratorium, dan biayanya ditanggung oleh pihak perusahaan peternakan, CV Kenanga Jaya Farm.

Penulis: Fery Laskari | Editor: khamelia
Bangkapos/ferylaskari
Pria baju kemeja biru tua, mengaku bernama Edi yang ternyata nama sebenarnya adalah Edwin Kalvianto, membaca isi perjanjian dan kemudian menanda-tangani isi kesepakatan terkait tuntutan warga Sabtu (2/12/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Pria bertubuh tambun kulit putih ini awalnya mengaku bernama Edi. Dia sepertinya menyembunyikan jati diri dari wartawan.

Namun setelah diselidiki, ternyata pria yang mengaku bernama Edi inilah yang bernama Edwin si pemilik peternakan babi yang sedang gencar-gencarnya diprotes warga.

"Saya Pak Edi. Kalau Pak Edwin tidak datang," kata pria berbaju kemeja warna biru tua tadi mengaku bernama Edi.

Baca: Warga Dobrak Pintu Besi Kandang Babi CV Kenanga Jaya Farm

Menurutnya, peternakan babi tersebut milik tiga orang, yaitu dia sendiri yang bernama Edi, Edwin dan Hasan. "Kami ini gabung, yang punya Pak Hasan, Pak Edwin dan saya, Pak Edi. Kalau Pak Edwinnya tidak datang," kata pria yang mengaku bernama Edi.

Namun kedok pria yang mengaku bernama Edi itu terbongkar dalam sekejap, saat Kepala Lingkungan Lubukelik Sakmen dan warga menyodorkan surat perjanjian. Surat perjanjian itu langsung ditanda-tangani oleh pria yang mengaku bernama Edi, yang ternyata dia sebenarnya bernama Edwin, pemilik utama peternakan itu.

Pada kertas bermaterai yang ditanda-tangani pria ini tercantum nama aslinya, Edwin Kalvianto.

"Memang dia itu kok yang bernama Edwin, si pemilik peternakan. Dia bohong kalau mengaku nama Edi, mungkin dia takut sama warga. Ini coba lihat nama aslinya di kertas yang ditanda-tanganinya, dia itulah yang bernama Edwin Kalvianto pemilik peternakan," kata Lurah Lubukelik dan sejumlah aparat memastikan pada kalangan wartawan yang sempat dibohongi oleh pria baju biru mata sipit tadi.

Baca: Kotoran dan Bau Busuk Merambah Pemukiman, Puluhan Warga Serbu Kandang Babi

Sementara itu, Suifo Kaling Parit Tujuh Airkenanga dan Sakmen Kaling Lubukelik Sungailiat atas nama warga berhasil meminta Edwin Kalvianto menandatangani surat perjanjian.

Dalam surat bermaterai disebutkan bahwa pihak pertama peternakan yaitu Edwin Kalvianto bersedia mengosongkan peternakan yang dimaksud.

Pengosongan kandang peternakan dimulai hari ini, Tanggal 2 Desember 2017. Edwin selaku pemilik peternakan juga berjanji menguras limbah kotoran babi sampai kering agar tak mencemari lingkungan warga.

Disisi lain, sumur warga yang dicemari, akan diperiksa di laboratorium, dan biayanya ditanggung oleh pihak perusahaan peternakan, CV Kenanga Jaya Farm.

"Ya...dak ada masalah kok, kita siap kosongkan peternakan ini, " kata pria mengaku bernama Edi yang sebenarnya adalah Edwin Kalvianto si pemilik peternakan, seraya berlalu usai memenuhi tuntutan warga.

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved