Sabtu, 18 April 2026

Teh Telur Mak Etek Asli Padang Raih Omzet Rp 3 Juta Per Hari

Teh telur atau disebut "teh talua", merupakan minuman khas Kota Padang, Sumatera Barat.

Editor: fitriadi
Foto/Riki Suardi
Teh Telur Mak Etek 

BANGKAPOS.COM, PADANG - Teh telur atau disebut "teh talua", merupakan minuman khas Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Minuman dengan bahan dasar telur itu telah meraih Juara III Minuman Tradisional Terpopuler pada ajang Anugerah Pesona Indonesia 2017.

Di Padang, penjual teh telur terus melakukan berbagai inovasi agar minuman berkhasiat yang dapat meningkatkan vitalitas tersebut, diburu banyak orang yang pada umumnya merupakan kaum pria.

//

Baca: Asiknya Berkunjung ke 4 Desa Wisata Durian, Wisatawan Bisa Langsung Makan dari Pohonnya

Salah satu warung tersebut, adalah Warkop Kopi Mak Etek, di Jalan Tanah Sirah.

Dalam sehari, pengelola warung berukuran selebar 10 meter dengan panjang sekitar 15 meter itu, bisa menghabiskan hingga 300 butir telur.

Menikmati teh telur, minuman khas Padang
Menikmati teh telur, minuman khas Padang (Foto/Riki Suardi)

"Kalau malam Minggu, bisa habis hingga 500 butir, atau 500 gelas. Kalau dirupiahkan, maka total penjualan teh telur di warung saya ini mencapai Rp5 juta," kata Novendi, pengelola Warkop Mak Etek saat ditemui tribunpadang.com, Jumat (1/12) malam.

Menurut Novendi, teh telurnya laris manis, karena beda dengan teh telur lainnya. Sebab, ada varian warna yang unik dan menarik. Bahkan setelah diracik dan siap untuk dihidangkan kepada pengunjung, teh telurnya terlihat bertingkat lima.

"Karena tingkatnya lima, makanya pengunjung menamainya "Teh talua limo lenggek". Kenapa? karena saat dihidangkan atau sebelum diaduk, di dalam gelas teh telurnya kelihatan beringkat lima dengan warna beragam, yaitu warna cream susu, coklat, bata maroon, peach dan kuning gading," ujarnya.

Baca: 8 Peristiwa Alam Menakjubkan yang Pernah Terjadi di Dunia

Hal yang sama juga disampaikan oleh Keli, yang juga pengelola Warkop Mak Etek.

Menurut pria 52 tahun tersebut, usaha teh telur ini sudah dimulai sejak 1978, atau ketika dirinya masih duduk di bangku kelas II SMP Negeri 11 Padang.

Meski sudah 39 tahun lamanya, dia pun mengaku tidak pernah bosan dan tidak ada niat untuk mencoba ekspansi ke usaha lainnya, karena teh telur adalah kuliner asli Minangkabau yang harus dipertahankan.

Baca: Fatal! Ponsel Disimpan di Jok, Sepeda Motor Tiba-tiba Terbakar Dekat SPBU

Ia juga mengatakan usaha teh telur ini sudah menjadi bisnis keluarga. Bahkan,
selain dia dan Novendi, dua adiknya, Apit dan Riko juga ikut terlibat menjalankan
bisnis jualan teh telur.

"Kami bergantian jual teh telur. Paginya saya dan Nofendi, dan malamnya kedua
adik saya. Kami buka mulai pukul 06.00 WIB dan tutup pukul 02.00. Begitu setiap harinya, kecuali malam Minggu. kalau Malam Minggu, bisa buka hingga pukul 04.00 WIB," imbuh

Promosi ke Malaysia

Ramainya pengunjung di Warkop Mak Etek, ternyata tidak terlepas berkat
partisipasinya dalam setiap lomba teh telur yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang. Bahkan dalam perlombaan tersebut, teh telur racikan
Warkop Mak Etek ini selalu masuk tiga besar.

"Lomba teh telur itu adalah bagian dari promosi. Jika ingin produk kita dikenal, ya kita harus sering-sering ikut lomba. Ibarat jalan tol, jika ingin cepat sampai ya harus lewati jalan tol," ujarnya.

Baca: Drawing Piala Dunia 2018, Dua Jawara Eropa Bertemu

Upaya promosi lewat lomba teh telur itu, lanjutnya, ternyata berbuah manis.

Selain pengunjung semakin ramai, teh talua limo lenggek di Warkop Mak Etek ini juga dilirik oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar.

Bahkan pada 2009 lalu, Dinas Pariwisata Sumbar tersebut mempromosikan teh talua limo lenggek Warkop Mak Etek untuk berpartisipasi di ajang Food Festival di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Saya tak menyangka, ternyata perhatian pemerintah terhadap minuman khas Minang ini sungguh luar biasa," ujarnya.

Baca: Ternyata Begini Bayaran Demian Aditya, Gengsinya Langsung Naik Setelah Tampil di Amerika

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, James Hellyward, menyebut, teh talua limo lenggek di Warkop Mak Etek itu dilibatkan dalam ajang Food Festival, karena proses pembuatannya masih tradisional, yaitu dikocok pakai tangan menggunakan alat pengocok telur.

"Ini yang menariknya. Meski teknologi terus berkembang, ternyata pemilik warung masih terus mempertahankan budaya tradisional tersebut. Jadi, itulah alasannya kenapa dipromosikan di ajang Food Festival," ujar Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Andalas itu.

Sering Dikunjungi Pejabat

Ferianto Irawan, (33) menyebut bahwa dia rutin minimal sekali seminggu datang ke Warkop Mak Etek ini hanya untuk sekedar minum teh telur, meskipun menu lainnya seperti sate, nasi goreng, mie rebus, teh dan kopi juga dijual di warung ini.

"Minimal sekali seminggu saya ke sini minum teh telur. Selain teh telurnya menarik dan unik, rasanya juga enak dan tidak amis. Kemudian, pelayanannya juga ramah. Sebelum pesanan datang, kita juga diberikan minuman teh hangat gratis," kata Feri.

Baca: 2 Cewek Meronta-ronta Diduga Mau Bunuh Diri Terjun dari Jembatan, Lihat Nih Videonya!

Warga Kelurahan Bandar Buat ini juga menuturkan bahwa di warung ini, tidak hanya masyarakat biasa saja yang datang untuk sekedar minum teh telur, tetapi sejumlah tokoh dan pejabat juga sering minum teh telur di Warkop Mak Etek ini.

"Pak Desri Ayunda yang kini maju sebagai bakal calon Wakil Walikota Padang juga sering minum teh telur di sini. Tidak hanya Pak Desri, tokoh dan pejabat penting lainnya juga sering. Polisi dari pangkat bintara hingga perwira menengah juga minum di sini," bebernya. (Tribun Pekanbaru/Riki Suardi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved