Astaga, 60 Persen Wanita di Jepang Ternyata Tak Ada Waktu untuk Bercinta, Alasannya Hanya Karena Ini

Cinta di kantor tidak lagi menarik dan janji bertemu dengan orang tak dikenal dianggap sangat menegangkan dan membosankan, karena jarang memperoleh...

Astaga, 60 Persen Wanita di Jepang Ternyata Tak Ada Waktu untuk Bercinta, Alasannya Hanya Karena Ini

BANGKAPOS.COM, TOKYO -- Sebuah angka mengejutkan bagi wanita lajang di Jepang.

Sekitar 60 persen wanita lajang di negara tersebut ternyata diketahui enggan untuk memulai hubungan asmara.

Baca: Nagita Slavina Pakai Celana Kolor Harga Segini, Kaki Jenjangnya Kelihatan, Mulusnya. . .

Hal itu bukan tanpa alasa. Ternyata, wanita lajang Jepang enggan untuk memulai hubungan asmara dikarenakan meningkatnya beban kerja, sebagaimana dikutip dari sinarharian melalui The Japan Times yang mengutip hasil survei cocoloni.jp, sebuah agen penasihat online.

Kantor berita Xinhua melaporkan, wanita di negara tersebut sekarang menghadapi beban kerja yang sama dengan pria.

Baca: Bikin Ngakak Guling-guling, Inilah Surat Cinta Kids Jaman Now , Romantis Sih tapi Kok Miris!

Faktor melelahkan yang membuat wanita lebih cenderung untuk bersantai sambil menonton drama, setelah berjam-jam kerja daripada pergi untuk melakukan kencan

Cinta di kantor tidak lagi menarik dan janji bertemu dengan orang tak dikenal dianggap sangat menegangkan dan membosankan, karena jarang memperoleh hasil memuaskan. 

Baca: Pelanggan Pria Betah di Coffee Shop Ini, Pantes Aja Begini Penampilan Pelayannya, Seksi Abis!

Survei tersebut juga menemukan bahwa satu dari empat wanita mengaku bahwa mereka sering tertidur di malam hari karena kelelahan.

Situs kencan online lainnya, Lovely Media mengatakan, semakin banyak wanita menolak untuk melakukan janji karena mereka merasa buang-buang waktu.

Baca: Nggak Nyangka, Wanita Berkerudung Beri Kado Natal Untuk Anak Yatim, Faktanya Ternyata Bikin Geram

Menurut The Japan Times, pada 1980-an, lebih dari 60 persen anak muda berusia 20-an di Jepang telah menjalin hubungan, sementara saat ini kelompok tersebut menjadi minoritas.

Baca: Mempelai Pria Tak Bisa Ucapkan Ini, Tangis Haru Pun Pecah Saat Ijab Kabul, Ternyata Ini yang Terjadi

"Jam kerja yang lebih pendek, jaminan cuti hamil dan ayah, dan pengurangan emosi yang kurang menguntungkan, masih cukup jauh untuk membantu wanita memikirkan lebih banyak tentang cinta," kata laporan tersebut. (*)

Penulis: asmadi
Editor: asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved