Breaking News:

Kerjasama Turki - Bangka Soal Lada, Tarmizi Sebut Pihak Turki Minta 10.000 Ton Lada

H Tarmizi Saat sudah ada lampu hijau dari Pemerintah Turki soal ekspor lada. Sebagai langkah awal pihak dari Turki meminta sebanyak 10.000 ton lada.

Penulis: nurhayati | Editor: M Zulkodri
Bangka Pos / Nurhayati
Bupati Bangka, H Tarmizi Saat 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Bupati Bangka,  H Tarmizi Saat mengatakan dari hasil di lapangan sudah ada lampu hijau dari Pemerintah Turki soal ekspor lada. Sebagai langkah awal pihak dari Turki meminta sebanyak 10.000 ton lada.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bangka melakukan rapat dengan pihak-pihak terkait,  untuk menangani masalah pemasaran lada agar bisa dikirim ke negara Turki.

"Dari hasil ke lapangan sudah ada lampu hijau dari Pemerintah Turki kepada Pemerintah Indonesia, tentu ini tidak bisa dilaksanakan kabupaten tetapi harus dilakukan oleh provinsi. Pertama sudah ada lampu hijau mudah-mudahan ini segera, soal harga belum dipastikan tetapi kita berharap yang penting di petani itu harga lada meningkat dari biasanya," ujar Tarmizi, Rabu  (6/12/2017). 

Menurutnya, tentu ada persyaratan kemasan, kualitas dan lainnya yang harus dipenuhi jika pemasaran lada tersebut terealisasi.

Untuk itu Pemkab Bangka akan mengundang pihak Pemprov Babel, Kadin, Internasional Pepper Community (IPC), Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), perdagangan luar negeri dan perbankan untuk rapat bersama.

"Lebih idealnya sebagai leadernya adalah provinsi kami hanya menginisiasi dan memberi inovasi saja dipadukan dengan program pak gubernur resi gudang ini," kata Tarmizi.

Diakui Tarmizi, sebagai langkah awal pihak dari Turki meminta sebanyak 10.000 ton lada. Untuk itu jika produksi dari Kabupaten Bangka tentu tidak mencukupi harus ditangani oleh pihak provinsi yang menyiapkan produksi lada tersebut.

"Bersama SKPD terkait tentu perbankan kemudian Sucofindo sebagai yang kredibel kemudian diakui secara internasional dalam menentukan kualitas dan BGR yang disiapkan pak gubernur kemudian gapoktan secara bersama merumuskannya. Inginnya Turki ini langsung direct tidak banyak tangan ikut campur di situ tapi tentu kita mempertimbangkan banyak faktor," ungkap Tarmizi.

Jadi finalnya nanti pada tanggal 7 -10  Desember 2017 ini ada kunjungan utusan dari Turki yakni menteri pendidikan, menteri perdagangan dan menteri luar negerinya di Kedah Malaysia untuk meresmikan University of Al Buqoroh atau Al Buchori. Untuk itu dari pihak Kadin Republik Indonesia akan mengirimkan utusan ke sana.

"Kemarin saya rasa cukup bagus dari hasil kunjungan mereka minta direkam semua kejadian dan kegiatan dalam hal lada ini. Saya mohon doa restunya mudah-mudahan berhasil, upaya pak gubernur, upaya kita upaya pemerintah Turki ini bisa dilaksanakan dengan baik," harap Tarmizi.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved