Perkara Pengeroyokan Terhadap Jurnalis Pos Belitung, Masuk Meja Hijau

Sidang perkara dugaan pengeroyokan ini, kembali akan dilanjutkan, Rabu (13/12) pekan depan. Agenda persidangan yaitu pemeriksaan saksi

Perkara Pengeroyokan Terhadap Jurnalis Pos Belitung, Masuk Meja Hijau
Pos Belitung/Disa Aryandi
Dua orang terdakwa (menggunakan kemeja putih), Rabu (6/12) saat mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Dua orang terdakwa, perkara pengeroyokan terhadap wartawan Pos Belitung Disa Aryandi, Rabu (6/12/2017) mulai memasuki persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan.

Terdakwa Irfan (42) dan Darwin alias Peson (37) hadir pada sidang pertama tersebut. Dua orang itu menggunakan baju kemeja putih, dan celana jeans serta terdakwa Irfan menggunakan peci coklat.

Sidang tersebut dipimpin langsung oleh Hakim Ketua Hari Supriyanto, didampingi Hakim lainnya Andi Bayu Mandala Putera dan Rino Ardian.

Bertugas sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tumpal Sitinjak, dan dua terdakwa tersebut langsung dibacakan dakwaan oleh JPU.

Terutama terhadap identitas kedua terdakwa ini, dan persidangan kemarin merupakan sidang perdana. Sementara dua orang terdakwa mendengarkan dakwaan oleh JPU, yang disampaikan ke Majelis Hakim.

"Tidak ada yang keberatan," ucap terdakwa Peson dan Irfan, Rabu (6/12/2017) saat Hakim Ketua Hari Supriyanto bertanya kembali atas dakwaan yang semula sudah dibaca oleh masing - masing terdakwa.

Sidang perkara dugaan pengeroyokan ini, kembali akan dilanjutkan, Rabu (13/12) pekan depan. Agenda persidangan yaitu pemeriksaan saksi - saksi.

"Sidang untuk hari ini selesai, dan akan kembali dilanjutkan pada persidangan berikutnya Rabu pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi," kata Hakim Ketua Hari Supriyanto.

Sebelumnya, peristiwa pengeroyokan tersebut berlangsung, Selasa (26/9) di Kantor Pos Belitung Jalan Gaparman Kelurahan Lesung Batang.

Diduga pemicu dari aksi pengeroyokan dikantor media itu, terkait dengan pemberitaan aktivitas tambang pasir di eks kaolin martapura pada edisi cetak Jumat 22 September 2017.

Saat itu, puluhan orang yang mengaku sebagai LSM Intel dan Perwabel datang ke kantor tersebut. Hingga berujung pada pengeroyokan kepada seorang reporter Pos Belitung Disa Aryandi, yang membuat pemberitaan tersebut.

Terdakwa Irfan sebelumnya, sempat membeberkan nama pelaku lain yang ikut melakukan pemukulan terhadap korban yaitu Mido, Didi dan Wawan.

Tiga orang itu, kini sudah tercatat sebagai DPO oleh kepolisian. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved