Pilot Senior Lion Air Simpan Sabu di Dompet Dibawa dari Tangerang ke Kupang

MS ditangkap oleh tim Satuan Narkoba Polres Kupang Kota di Hotel T-More, Kupang, sekitar pukul 21.20 Wita.

Pilot Senior Lion Air Simpan Sabu di Dompet Dibawa dari Tangerang ke Kupang
KOMPAS.com/Sigiranus Marutho Bere
Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon Christian Nugroho (tengah), Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast (kiri) dan Wakapolres Kupang Kota Kompol Ampi Van Bulow dan tersangka pilot berinisial MS (baju biru), di Mapolresta Kupang Kota, Selasa (5/12/2017) 

"Baik orangnya, dermawan, kalau ada apa-apa, kegiatan warga disini dia selalu ikut nyumbang," ungkap Poppy.

Setelah menceritakan sedikit tentang suaminya, Poppy berpamitan untuk pergi pengajian dan tidak dapat lagi melayani Wartakotalive.com untuk mewawancarainya lebih jauh.

"Cukup ya, saya mau pengajian soalnya. Maaf ya," ujar Poppy sambil beranjak dan mengantar ke luar rumah.
Menurut keterangan warga sekitar, Poppy merupakan pramugari aktif di Lion Air.

"Iya suaminya kan pilot, istrinya pramugari," ujar warga sekitar perumahan tersebut.(Yosia Margaretta)

Artikel ini telah tayang di Warta Kota dengan judul: Rumah Pilot Lion Air yang Ditangkap Menggunakan Narkotika Sepi

Komentar Lion Air

Pilot maskapai Lion Air berinisial MS (48), diperiksa polisi, Senin (4/12/2017) malam karena diduga mengunakan narkoba saat digeledah di kamar hotel tempatnya menginap di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Corporate Communication Lion Air Group,Ramaditya Handoko menjelaskan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada BNN dan pihak kepolisian, yang terus melakukan pemberantasan pengedaran serta penggunaan narkoba.

Pihaknya sangat mendukung, termasuk pemberantasan penggunaan narkotika di kalangan awak pesawat.

"Kami melakukan pengecekan urine awak pesawat setiap pagi pada penerbangan perdana mereka, sesuai ketentuan. Khusus untuk pilot, juga dilakukan testkesehatan setiap enam bulan sekali," ujar Rama kepada Warta Kota di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (5/12/2017).

Menurutnya, penerbang yang diduga mengonsumsi barang laknat tersebut adalah pilot senior. Yang bersangkutan bekerja di Lion Air sejak 2014.

"Dia (MS) mempunyai catatan kesehatan, serta sikap dan perilaku yang baik," ucapnya.

Rama menyebut, jika yang bersangkutan terbukti sebagai pengguna narkoba, maka akan dikenakan sanksi sesuai peraturan perusahaan, termasuk pemberhentian sebagai pegawai.

"Tentunya kami akan pecat," tegas Rama.

Penulis: Andika Panduwinata

Editor: khamelia
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved