Breaking News:

Bangka Tanpa Pacaran, Taaruf Berbasis Syari'a Beredar di Medsos

Berkembangnya alat dan teknologi media, kini dakwah tak lagi hadir dalam bentuk konvensional seperti di radio maupun televisi.

Editor: M Zulkodri
ist
Laman Grup Facebook Bangka Tanpa Pacaran 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Berkembangnya alat dan teknologi media, kini dakwah tak lagi hadir dalam bentuk konvensional seperti di radio maupun televisi. Ceramah-ceramah dikemas bergaya anak muda melalui media sosial. Selain dakwah, ditemukan pula grup bernama Bangka Tanpa Pacaran di Facebook yang mengusung konsep taaruf berbasis syari’ah, Jumat (8/12/2017).

Bay Resiva mengatakan resmi dipublikasikan pada 3 November 2017, grup terbuka itu memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyiarkan pergaulan pemuda-pemudi sesuai hukum syariah islam. Melalui sejumlah postingannya diharapkan generasi muda muslim di Babel bisa sadar dan meninggalkan budaya pacaran yang tidak sesuai ajaran Rasullah.

“Perlahan melalui postingan-postingan yang mengarah kepergaulan positif dapat menyadarkan tentang budaya pacaran dilarang,” ujar Bay Resiva

Ia menjelaskan Bangka Tanpa Pacaran bukan sekedar mengajak kaula muda Babel untuk tidak berpacaran. Tetapi, memberikan solusi kepada anak muda untuk Ta’aruf  dan perlahan memberikan pengetahuan tentang hukum dan caranya. Makanismenya serupa biro jodoh, perbedaannya terletak tidak berbayar karena diniatkan membantu sesama menemukan pasangan secara baik dan syariah.

“Peserta Ta’aruf diharapkan betul-betul serius dan siap lahir batin untuk berkeluarga bukan karena dorongan keinginan saja tanpa adanya persiapan yang matang,” ujar Bay Resiva

Berbicara mengenai syari’a yang diterapkan, Bay mengatakan pertemuan kedua insan nanti dimulai dari pengenalan CV masing-masing peserta terlebih dahulu. Kemudian, dipertemukan dengan didampingi Ustad/Ustadzah maupun pihak keluarga. Tanpa menyalahi aturan Syari’a, seperti dilarang bertemu jika berdua saja, berjabat tangan, bersentuhan, dan lain sebagainya.

Sejauh ini, Bay menilai karena proses pembentukan grup tersebut belum genap satu bulan. Proses Ta’aruf baru dilakukan tahap pengumpulan data dan CV. Supaya, banyak peserta dan pilihan yang benar-benar serius. Ia berharap semoga adanya BTP ini memberikan keberkahan dan mendorong kaula muda Bangka buat menjauhkan diri dari hal-hal negatif saat berpacaran.(*)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved