Kuliner Kaki Lima
Lempah Kuning Ikan Hoile Mambo Bikin 'Ngerinyam'
Apakah anda ingin merasakan lempah kuning buatan sang juara. Datang saja ke Pasar Mambo Pangkalpinang.
Penulis: Teddy Malaka | Editor: Teddy Malaka
KERINGAT Bahtiar Hamid bercucuran, tisu menumpuk di pinggir piring makan. "Sruppp..." mantan asisten pelatih PS Timah Bangka Belitung itu sedang menikmati kuah lempah kuning ikan Hoile di warung Lempah Kuning Mambo (LKM), Pangkalpinang ibukota Bangka Belitung.
Di piring berukuran sedang, empat potong ikan Hoile siap santap. Perpaduan bumbu yang pas ditambah belimbing ulu membuat rasa kuah lempah kuning LKM bikin 'ngerinyam' para penggemar kuliner.
Jika kurang pedas, anda bisa menambah cabai rawit yang sudah ditumbuk dengan racikan jeruk kunci yang disediakan di meja. Pedasnya bakal membuat kalian 'kelenger' ketika menyeruput kuahnya, keringat pun turun bercucuran.
Bagi yang ingin sensasi berbeda, pemilik warung juga menyiapkan daun kemangi serta acar nanas dan sambal terasi.
Ditemani sepiring nasi panas, anda tidak bakal rugi jika sekadar mencicipi menu LKM saat jam istirahat siang.
Ketika Bangka Pos mengunjungi warung itu beberapa waktu lalu, LKM sedang banyak orderan. Tiga meja panjang penuh pelanggan.
LKM ternyata cukup terkenal bagi pemburu kuliner masakan khas Bangka. Meski hanya warung sederhana di kaki lima, LKM punya pelanggan dari sejumlah kalangan.Tak hanya sekitar Pangkalpinang, beberapa pelanggan LKM ternyata dari beberapa daerah termasuk Sungailiat.
Di jam tertentu 10-14.00 WIB, sisi badan jalan dipenuhi kendaraan pelanggan yang memarkirkan kendaraan. Petugas parkir kadang kerepotan karena di jam tersebut arus lalu lintas di kawasan itu cukup padat.
Satu di antara pelanggannya adalah Bahtiar Hamid, mantan pemain di Liga Perserikatan yang beberapa waktu lalu sempat menukangi PS Timah Babel.
"Kalau saya lewat sini, ingin makan, saya berhenti disini," kata sosok yang disapa Abot ini kepada bangkapos.com, beberapa hari lalu.
Johan, pelanggan lainnya mengungkapkan, mesti warung kaki lima, LKM satu di antara warung lempah kuning terkenal di Pangkalpinang. "Saya sukanya di sini pakai ikan Hoile, jarang ada yang jual. Rasanya juga pas," kata Johan.
Menu ikan Hoile memang menjadi andalan warung yang didirikan pasangan Anis (50) dan Ida (48) sejak empat tahun lalu. Menurut Ida, ikan Hoile lebih sedap dibanding ikan lainnya jika dimasak lempah kuning.
"Menurut saya, kalau bukan ikan Hoile, kurang sedap saja. Di sini sudah ada pelanggannya," kata Ida.
Ia mengaku sehari bisa menghabiskan 15-20 kilogram ikan Hoile. Selain ikan Hoile, kadang Ida juga menyediakan ikan Tenggiri, Katarap dan Baung.
Jika tak pandai memasaknya, ikan Hoile akan menimbulkan bau amis yang cukup menyengat. Namun Ida dan suaminya berhasil menetralkan bau amis itu menggunakan racikan bumbu yang tepat.
Ida mengatakan, dulu ia meladeni delevery order, namun belakangan sudah tak bisa lagi. "Kalau sekarang sudah tak sanggup lagi, kewalahan," katanya.
Apa yang membuat warung LKM laris manis. Apakah hanya sekadar menu ikan Hoile?
Ida mengatakan resep yang ia peroleh dari almarhum ayahnya, Nasrudin jadi andalannya. Dulu ayahnya pemilik warung lempah kuning di terminal lama Pangkalpinang yang kini telah menjadi pusat perbelanjaan Ramayana.
"Intinya di kuah, bumbu harus seimbang. Jadi rasanya pas. Kami nggak mau mengurang-ngurangi bumbu," kata Iada.
Bahkan ketika harga cabai tinggi beberapa waktu lalu, Ida sampai tak berani mengurangi takaran cabai pada bumbunya. "Kalau ada yang dikurangi, nanti rasanya beda," katanya.
Sekadar informasi bag para penikmat kuliner di Bangka Belitung, kalau pemilik warung LKM yakni Anies dan Ida ini pemenang lomba masakan lempah kuning di Pangkalpinang loh,,,
Bagaimana? apakah anda ingin merasakan lempah kuning buatan sang juara, datang saja ke Pasar Mambo Pangkalpinang. (teddymalaka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/warung-lempah-kuning-mambo_20171208_120331.jpg)