Mengingat Kembali Jatuhnya Yerusalem Dari Yordania ke Tangan Israel Usai Perang Enam Hari

Pertempuran antara Israel dan Yordania (Perang Enam Hari/Six Day War) meletus pada 5 Juni 1967) setelah pesawat-pesawat tempur

Mengingat Kembali Jatuhnya Yerusalem Dari Yordania  ke Tangan Israel Usai Perang Enam Hari
Jerusalem Post
Perang Enam Hari 

Dalam operasi serbuan itu, Yordania yang menempatkan kekuatan militernya di Tepi Barat dan Yerusalem, ternyata mengerahkan pasukan dalam jumlah besar sebanyak 11 brigade.

Komposisi pasukan Yordania terdiri dari 55.000 personil, 300 tank, dan ratusan meriam artileri.

Sebanyak 9 brigade yang terdiri dari 45.000 personil, 270 tank, dan 200 meriam disiagakan di kawasan yang paling berdekatan dengan Israel, yakni Tepi Barat.

Pasukan yang berada di posisi kunci ini terdiri dari personil yang terlatih baik dan dikenal juga sebagai Legiun Arab.

Sementara itu pesawat-pesawat tempur Yordania juga disiagakan.

Armadanya, terdiri dari jenis yang sudah moderen pada jamannya dan mampu mengimbangi pesawat-pesawat tempur Israel, Mirage III, yakni 24 unit Hawker Hunter buatan Inggris.

Di lain pihak, kekuatan pasukan Israel yang digelar di kawasan yang menghadap Tepi Barat berjumlah lebih kecil.

Hanya 8 brigade yang terdiri dari 40.000 personil dan 200 tank.

Penempatan kekuatan pasukan Israel di Front Yordania disebar di berbagai tempat strategis.

Di antaranya, perbatasan Yerusalem, kekuatan yang diterjunkan adalah pasukan Brigade Yerusalem dan pasukan tank Brigade Harel.

Halaman
1234
Editor: tidakada016
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved