Kisah Pilu Sohari, Cucunya Meninggal karena Difteri, Ia Malah Dikucilkan Warga

Sempet kecewa sama masyarakat. Pas belom lama meninggal, kalau mereka lewat pada ditutup-tutupin

Kisah Pilu Sohari, Cucunya Meninggal karena Difteri, Ia Malah Dikucilkan Warga
GetDoc dan Study.com
Difteri 

"Awalnya panas dua hari, terus radang, abis itu gondong (kelenjar getah bening membengkak)," kata Sohari yang merupakan warga asli daerah itu.

Sohari menuturkan bahwa ayah cucunya, Zarkasih (37) dan ibunya Afika (32) sempat membawa anak mereka ke pengobatan alternatif di sekitar rumah.

Awalnya mereka mengira bahwa Rustam terkena penyakit gondong dan rafang tenggorokan.

Karena itu mereka hanya memberikan Rustam obat panas dalam dan membawanya ke tempat pengobatan alternatif di dekat rumahnya.

"Ya kayak biasa aja, dikasih larutan (obat panas dalam) terus dijampe, disyareatin (didoakan) sama di kasih blao (pemutih pakaian berwarna biru yang dipercaya obat gondong)," kata Sohari.

Menurut Sohari, Rustam sempat sembuh sehari setelah dibawa ke pengobatan alternatif, namun kembali demam keesokan harinya.

Akhirnya Zarkasi memutuskan untuk membawanya ke RSUKT, Sohari baru tahu kalau cucunya terserang penyakit mematikan tersebut dan harus masuk ruang isolasi.

Setelah itu, seluruh keluarga Sohari kemudian diberi vaksin dan obat dari RSUKT untuk mencegah penularan.

Rustam sendiri merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.

Kakaknya yang duduk di bangku SMP dan seorang adik balita serta ibunya tidak tertular penyakit tersebut. Begitupun Sohari dan istrinya, Osiah (50).

Halaman
1234
Editor: tidakada016
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved