Gerayangi Payudara dan Bokong Siswinya, Oknum Guru Bebas dari Jerat Hukum

Oknum guru SMK yang melakukan tindakan asusila kepada muridnya, dipastikan akan terbebas dari jerat hukum.

Gerayangi Payudara dan Bokong Siswinya, Oknum Guru Bebas dari Jerat Hukum
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, SAMARINDA - Oknum guru SMK yang melakukan tindakan asusila kepada muridnya, dipastikan akan terbebas dari jerat hukum.

Hal itu dikarenakan kedua belah pihak antara pelaku dan dua murid korbannya, sepakat untuk tidak melanjutkan kasus tersebut hingga proses peradilan.

"Kita lakukan mediasi, yang dihadiri pihak sekolah, orangtua korban, termasuk pelaku dan korbannya. Dan, semua pihak sepakat untuk berdamai, dengan pelaku melakukan penggantian terhadap kerugian yang ada," ucap Kanit PPA Satreskrim Polresta Samarinda, Ipda Bunga Tri Yulitasari, Selasa (12/12/2017).

Baca: Siswi SMA Dimasukkan ke Dalam Karung Lalu Diperkosa

Kendati demikian, pelaku yang merupakan guru otomotif itu, mengakui telah melakukan pelecehan seksual terhadap muridnya, dengan meraba payudara dan bokong.

"Benar, dia mengakui perbutannya. Namun, karena kedua belah pihak sepakat berdamai, kasus ini tidak dilanjutkan, saat ini korban tengah memproses pencabutan laporan," ucapnya.

Kendati berujung damai, namun kedua murid korban oknum guru bernisial DD (42) itu, dikabarkan pindah sekolah.

Baca: Warganet Murka! Istri Bikin Surat Begini Setelah Tahu Suaminya Direbut Siswi SMA

Diberitakan sebelumnya, aksi tak senonoh itu dilakukan pelaku saat berada di salah satu ruangan sekolah.

Saat itu, pelaku meminta kepada calon korbanya untuk membuatkanya kopi, saat siswinya tengah membuat kopi, pelaku langsung memeluk korban dari belakang, lalu meraba-raba bagian tubuh korban.

Kendati mendapatkan perlawanan dari korban saat aksi pelecehan itu dilakukan, namun karena dibawah ancaman pelaku, yang mengancam akan memberikan nilai jelek, korban pun tak dapat menolak aksi bejat gurunya itu.

Baca: Pelakor Kirim Video Mesra Bersama Suami Orang ke Istri Sah yang Sedang Hamil

Tindakan pelecehan seksual itu dilakukan oleh pelaku pada Oktober silam.

Hingga saat ini diketahui baru terdapat dua korbanya yang melaporkan kejadian. 

(Tribunkaltim.co/Christoper D)

Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved