Tersangka Tunggal Pembunuh Pemuda Tempilang Jadi Tersangka, Begini Nasib 2 Temannya

Polisi mengamankan tiga orang yang diduga terlibat pertikaian yang merenggut nyawa Peki (20), warga Tempilang.

Tersangka Tunggal Pembunuh Pemuda Tempilang Jadi Tersangka, Begini Nasib 2 Temannya
Facebook
Randi Saputra (20), tersangka pelaku pembunuhan di Tempilang diamankan polisi. 

TEMPILANG, BANGKA POS - Tim gabungan Polsek Tempilang dan Sat Reskrim Polres Bangka Barat mengamankan tiga orang yang diduga terlibat pertikaian yang merenggut nyawa Peki (20), warga Desa Air Lintang, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat.

Satu di antaranya ditetapkan sebagai tersangka tunggal. Dia adalah pemuda yang diduga membuat Peki terluka dan meninggal dunia.

Tiga orang yang diamankan itu antara lain Koko Mustika (29), Aldi Irawan (15), dan Randi Saputra (20).

Nama terakhir adalah tersangka tunggal yang diduga membawa senjata tajam dan melukai Peki.

"Alhamdulillah pasca kejadian dan musibah itu tadi pagi anggota sempat mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Untuk status lebih lanjut masih dalam pendalaman kami," ujar Kapolda Babel Brigjen (Pol) Syaiful Zachri di sela-sela pertemuan dengan warga Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, Senin (11/12) siang.

Baca: Pasca Insiden Berdarah di Tempilang, Penambang TI Apung Pulang Kampung

Ditambahkan Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Elpiady, Randi ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan penyidikan. Sementara dua rekannya, Koko Mustika dan Aldi Irawan berstatus saksi.

"Ketiganya kami amankan tadi pagi. Dari hasil penyidikan akhirnya tadi siang Randi resmi kami tetapkan sebagai pelaku tunggal dalam kasus yang menewaskan korban Peki tersebut. Sedangkan dua temannya hanya sebagai saksi karena tidak ikut-ikutan," kata Elpiady mewakili Kapolres AKBP Hendro Kusmayadi.

ratusan penambang dan keluarga di evakuasi ke Polsek Tempilang pasca insiden pembakaran ponton TI apung
Penambang dan keluarga dievakuasi ke Polsek Tempilang pasca insiden pembakaran ponton TI apung, Senin (11/12/2017). (Bangka Pos / Anthoni)

Lebih lanjut dikatakan Elpiady, pemicu terjadinya pertikaian lantaran pelaku tersinggung dengan ucapan korban Peki saat sedang bermain Billiar.

Tak berapa lama, pelaku pulang ke rumah, lalu kembali lagi sambil membawa senjata tajam.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved