Ada 14 BUMDes yang Belum Terbentuk di Kabupaten Bangka, Penghasilan Tertinggi Diraih Desa Baturusa

untuk penghasilan yang diperoleh BUMDes yang ada di Kabupaten Bangka belum begitu besar dimana tertinggi hanya sebesar Rp 150 juta

Ada 14 BUMDes yang Belum Terbentuk di Kabupaten Bangka, Penghasilan Tertinggi Diraih Desa Baturusa
Bangkapos/Nurhayati
Kunjungan jajaran Pemkab Situbondo ke Pemkab Bangka untuk studi banding mengenai keuangan desa, Jumat (15/12/2017) di Ruang Rapat Bina Praja Kantor Bupati Bangka 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Arman Agus mengatakan, dari 62 desa di Kabupaten Bangka yang telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebanyak 48 desa, tersisa masih sebanyak 14 BUMDes yang belum terbentuk.

Untuk itu, pada tahun 2018 nanti seluruh desa di Kabupaten Bangka ditargetkan sudah memiliki BUMDes.

"Kinerja BUMDes terbaik dari operasionalnya di Kabupaten Bangka yang mendapat penghargaan tingkat nasional BUMDes di Desa Dalil Bakam. Kami juga mendapat penghargaan BUMDes tingkat unggulan dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu juga ada reward dari bupati untuk sarana prasarana bagi BUMDes berprestasi yakni bantuan mobil pick up," jelas Arman saat menerima kunjungan jajaran Pemkab Situbondo yang melakukan studi banding, Jumat (15/12/2017) di Ruang Rapat Bina Praja Kantor Bupati Bangka.

Menurutnya, jenis usaha yang dilakukan BUMDes yakni pembiayaan mikro simpan pinjam, pengelolaan retribusi pasar, SPAM, pengelolaan persampahan, distribusi gas elpiji, perkebunan sawit dan karet, sewa kios, pengelolan hutan wisata, katering, pengilingan padi, sewa tenda, kursi dan orgen tunggal.

Diakuinya untuk penghasilan yang diperoleh BUMDes yang ada di Kabupaten Bangka belum begitu besar dimana tertinggi hanya sebesar Rp 150 juta yang diperoleh BUMDes Baturusa.

Penghasilan tersebut dari hasil kerjasama dengan pihak ketiga yakni sewa tower, retribusi pasar desa, pengangkutan sampah, serta sewa sound sistem, tenda dan kursi.

"Belum sebesar penghasilan BUMDes di Desa Ponggok Klaten Jawa Tengah yang penghasilan BUMDesnya bisa mencapai Rp 7 milyar. Tahun 2018 melalui APDESI seluruh kades dan BPD pada Bulan Febuari akan kunjungan ke Desa Ponggok," ungkap Arman.

Diakuinya penghasilan tetap para kades di Kabupaten Bangka lebih tinggi dibandingkan kabupaten lain di Babel yakni sebesar Rp 4,1 juta plus uang tunjangan sebesar Rp 500.000.

Sedangkan untuk pengelolaan dana desa untuk pengawasan dan pembinaan, pihaknya bersama APDESI bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Bangka dan untuk administrasi keuangan desa-desa di Kabupaten Bangka sudah menggunakan sistem keuangan desa mulai 2016 bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).(*)

Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved