Doa Ketika Daerah Kita Diguncang Gempa

Saat hati sudah mulai merasakan ketakutan luar biasa akibat gempa sedang mengguncang, dalam Islam diajarkan melafalkan doa.

Doa Ketika Daerah Kita Diguncang Gempa
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Sabtu (16/12/2017) dini hari tadi warga Jawa Tengah dan Jawa Barat dibuat panik lantaran gempa mengguncang.

Mulai dari rumah warga hingga bangunan pemerintahan roboh.

Foto-foto bangunan yang runtuh juga mulai meruak di dunia maya.

//

Warga dibuat panik ketakutan, terutama kala BMKG mengonfirmasi bahwa gempa itu berkekuatan 7,5 SR dan berpotensi tsunami.

Belum lagi rumor beredar air laut di Cilacap mulai menyusut yang disebarkan via berbagai grup percakapan.

//

Namun, Pemkab setempat menjelaskan bahwa tidak ada penyusutan air laut seperti yang dikabarkan.

Siapa yang tak ketakutan kala alam sudah tunjukkan kekuatannya.

Bayangan reruntuhan atap, dinding, semakin menghantui.

Saat hati sudah mulai merasakan ketakutan luar biasa akibat gempa sedang mengguncang, dalam Islam diajarkan melafalkan doa.

Begini bunyinya:

اَللَّهُمّ إِنّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَخَيْرَ مَا أَرْسَلْتَ بِهِ؛ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَشَرِّمَافِيْهَا وَشَرِّمَا أَرْسَلْتَ بِهِ

ALLAHUMMA INNII AS’ALUKA KHOIROHAA, WA KHOIROMAA FIIHAA WA KHOIRO MAA ARSALTA BIH, WA A’UDZUBIKA MIN SYARRIHAA WASYARRI MAA FIIHAA WA SYARRI MAA ARSALTA BIH.

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu kebaikan atas apa yang terjadi, dan kebaikan apa yang didalamnya, dan kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan dengan kejadian ini. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan atas apa yang terjadi didalamnya, dan aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engkau kirimkan."

Air Laut Menyusut Hanya Rumor

Beredar kabar adanya penyusutan air laut di kawasan Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu (16/12/2017).

Kabar itu viral melalui grup Whatsapp.

Koordinator Basarnas Cilacap, Mulwahyono mengabarkan kondisi di Cilacap masih aman.

"Pantai Teluk Penyu di belakang kantor kami masih stabil. Tak ada penyusutan air laut seperti kabar yang beredar," ucapnya melalui telepon.

Mul, sapaannya, berujar masyarakat yang tinggal di dekat pantai sudah meninggalkan rumah.

Pemkab Cilacap telah mengimbau masyarakat menjauhi pantai dalam radius 1 kilometer.

"Malam ini ada pergerakan warga yang rumahnya berdekatan pantai ke arah area Jeruklegi. Itu jaraknya lebih dari satu kilometer. Dataran tinggi," kata Mul.

Dia berharap Cilacap tidak terkena tsunami, seperti prediksi BMKG.

"Kami tetap waspada dengan segala kemungkinan yang terjadi," imbuh dia.

gemnpa bumi
gemnpa bumi (TWITTER/@infoBMKG)

BKMG Cabut Peringatan Gempa Berpotensi Tsunami

Sesaat setelah terjadi gempa besar di Jaa Barat, Jumat (15/12/2017), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) langsung mengumumkan peringatan potensi terjadi tsunami.

Tapi peringatan tsunami telah dicabut dua jam kemudian.

Peringatan tsunami level Awas diakhiri pukul 02.26 WIB atau dua jam setelah terjadinya potensi tsunami pasca-gempa susulan.

"Peringatan potensi tsunami akibat gempa berkekuatan 69 Skala Richter dinyatakan sudah kami akhiri," ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam keterangannya di televisi, Sabtu (16/12/2017) dini hari.

Dwi menjelaskan, diakhirinya peringatan potensi tsunami ini didasari makin menurunnya kekuatan atau magnitude gempa, hasil pemeriksaan alat pengukur permukaan air laut dan pengecekan langsung petugas di pesisir Selatan Jawa.

Ia menyatakan, sempat terjadi tiga gempa susulan pasca- gempa 15 Desember 2017dengan kekuatan  6,9 SC di wilayah Tasikmalaya dengan kedalaman 107 km.

Ketiga gempa itu berkekuatan 3,4 SC, 3,2 SC dan 3,4 SC.

Artinya, kekuatan atau magnitude gempa semakin rendah dan stabil pasca-gempa pertama 6,9 SC.

Hasil pemeriksaan permukaan air laut menunjukkan tidak ada peningkatan atau pasang air laut yang signifikan.

Dengan dicabutnya peringatan potensi ini, BMKG mengimbau warga yang terdampak gempa untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing.

Diharapkan masyarakat mengecek bangunan tempat tinggal sebelum melakukan aktivitas di dalamnya.

Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti arahan petugas BPPD.

Selain itu, masyarakat diminta untuk mengikuti informasi terkait gempa dari lembaga resmi BMKG dan diharapkan tidak mudah percaya dengan isu gempa.

"Tetapi, diimbau juga untuk waspada untuk hari-hari berikutnya dan tetap tenang," tandasnya. (Surya Malang/ Insani Ursha Jannati)

 
Editor: fitriadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved