Kapal Dinasti Ming Tenggelam di Pantai Batu Bedaun Pulau Lepar

Nelayan Pulau Lepar, Bangka Selatan, melaporkan menemukan kapal Cina kuno yang tenggelam di perairan Batu Bedaun, tak jauh dari Pantai Lampu.

Kapal Dinasti Ming Tenggelam di Pantai Batu Bedaun Pulau Lepar
ist
LOKASI KAPAL TENGGELAM -- Di perairan Pantai Batu Bedaun Pulau Lepar ini lokasi kapal Dinasti Ming tenggelam. Tampak dalam gambar Prof Dr Ir Agus Hartoko sedang mengabadikan pantai ini. 

Laporan Wartawan Bangkapos, Herru W

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Nelayan Pulau Lepar, Bangka Selatan, melaporkan  menemukan kapal Cina kuno  yang tenggelam di perairan Batu Bedaun, tak jauh dari Pantai Lampu. Kapal yang membawa gerabah dan keramik ini diperkirakan tenggelam ratusan tahun lalu, kala Zaman Dinasti Ming.

Hadad, guru SMAN 1 Lepar, mengemukakan kapal Cina kuno itu ditemukan nelayan ketika hendak memasang bubu dan menyelam pada kedalaman laut lima meter.  Di lokasi ini  tergeletak kapal kuno yang bermuatan gerabah, keramik,  mangkok dan teko.

“Penemuan bangkai kapal kuno Cina itu terjadi pada tahun 2007.  Ada beberapa keramik dan gerabah yang bisa diangkat, selebihnya muatan barang  kapal masih utuh karena sulit diselam karena berair keruh dan arus deras!,” ujar Hadad dalam acara sosialisasi Geopark dan Marine Park Bangka Belitung di Balai Pertemuan Camat Lepar Pongok (Lepong), Jumat (15/12/2017) kemarin.

Baca: Bangka Selatan Jadikan 27 Pulau Kecil Geopark dan Marine Park

Hadad mengatakan pada keramik  dan porselen yang sempat dibawa ke darat  terdapat gambar gajah  dan burung Hong serta tulisan Cina tahun 1800-an.  Berdasarkan penilaian kalangan yang ahli, lanjut Hadah,  benda kuno itu diperkirakan berasal dari zaman Dinasti Ming.  

Mendengar informasi ini, Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc yang memberikan sosialisasi Geopark dan Marine Park mengatakan BMKT (barang muatan kapal tenggelam) harus tetap dijaga, bahkan akan punya nilai strategis dan ekonomis bila lokasi kapal tenggelam itu dijadikan museum.

“Kalau dijadikan museum tentu akan menambah  jumlah destinasi wisata di Pulau Lepar. Museum kapal tenggelam itu tentu menjadi daya tarik wisatawan ke Pulau Lepar,” tukas Agus Hartoko.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat  Lepong Dodi Kesumah mengemukakan temuan kapal kuno Cina itu sudah diketahui pihaknya, bahkan para camat sebelum ini.  Terdapat kesepakatan lokasi kapal tenggelam ini akan dijadikan museum.

“Betul, berdasarkan kesepakatan pejabat terdahulu memang lokasi kapal tenggelam akan dijadikan lokasi,” tegas Dodi Kesumah.

Halaman
12
Penulis: Herru W
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved