Bagong Tewas Tertimbun Tanah, Benu Terancam Bui

Alhasil, kejadian itu dianggap kelalaian kerja, sehingga sang majikan harus menanggung akibatnya. Ibnu pun dijadikan tersangka dan

Bagong Tewas Tertimbun Tanah,  Benu Terancam Bui
ist
Tersangka Ibnu alias Benu (43), diserahkan oleh pihak kepolisian ke pihak jaksa penuntut umum. Tampak tersangka (duduk kaus hitam) didampingi Kanit Reskrim Polsek Mendobarat, sedang diperiksa Jaksa Kejari Bangka, Selasa (19/12/2017) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Bos tambang timah (TI), Ibnu alias Benu (43), bernasib sial. Anak buah tambangnya tertimbun tanah longsor, hingga akhirnya mati.

Alhasil, kejadian itu dianggap kelalaian kerja, sehingga sang majikan harus menanggung akibatnya. Ibnu pun dijadikan tersangka dan siap diadili, dalam waktu dekat.

Kapolres Bangka AKBP Johannes Bangun diwakili Kapolsek Mendobarat AKP Hendra Wirman, Rabu (20/12/2017) menyatakan, kasus tersebut awalnya disidik oleh anggotanya.

Namun setelah proses penyidikan, Polsek Mendobarat melimpahkan perkara ke Jaksa Kantor Kejari Bangka.

"Berkas perkara penyidikan telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum Kantor Kejari Bangka di Sungailiat, beberapa waktu lalu. Sehingga agenda berikutnya, Selasa (19/12/2017) kemarin, perkara ini kita limpahkan ke Kejari Bangka," kata Kapolsek.

Diakui Kapolsek, kejadian berawal tiga bulan silam, Rabu Pagi (13/9/2017).

Pemilik tambang, Ibnu alias Benu (43), Warga Jl Kampung Lama Dusun I Desa Penagan Kecamatan Mendobarat, memerintahkan pekerja TI melakukan aktifitas penambangan di Lokasi Tanjungpura Airdua Dusun I Desa Penagan Mendobarat.

Namun baru sekitar dua jam bekerja, tanah di lubang tambang tersebut tiba-tiba longsor dan menimpa seorang pekerja, Agus Setiawan alias Bagong (19), Warga Desa Penagan Mendobarat.

"Modusnya (MO), pelaku melakukan penambangan tanpa dilengkapi surat ijin usaha penambangan. Pada saat melakukan penambangan terjadi longsor yang mengakibatkan pekerja tambang tersebut (Agus Setiawan) tertimbun tanah dan meninggal dunia," katanya.

Kecelakaan kerja (Kaka Kerja) tersebut memancing perhatian sejumlah warga. Polisi kemudian datang ke lokasi, memeriksa pemilik tambang, juga pekerja yang selamat.

Hasil pemeriksaan diketahui, pemilik tambang diduga lalai. Apalagi, aktifitas penambangan dilakukan secara ilegal.

Sehingga kemudian terbit Laporan Polisi Nomor LP/A-246/IX/2017/PoldaBabel/ Resort Bangka/Sek Mendobarat, Tanggal 14 September 2017.

Dalam verbal yang dibuat penyidik disimpulkan, Ibnu alias Benu sebagai tersangkanya. Pria ini dianggap melakukan usaha penambangan tanpa ijin dan atau menyebabkan mati atau luka-luka karena kelalaian.

"Yaitu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara dan atau Pasal 359 KUHP. Dan terhitung pelimpahan perkara tahap dua, Rabu (9/12/2017) kemarin, status Ibnu alias Benu resmi menjadi tahanan jaksa," tegas Kapolsek.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved