Panen Padi Bersama: Swasembada Beras Dimantapkan
Program ini didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pertanian RI yang dalam operasionalnya melibatkan seluruh pemangku kepentingan
Penulis: khamelia | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Produksi beras di Bangka Belitung hingga saat ini diprediksi 27.018 ton, sedangkan kebutuhan beras mencapai 127.035 ton sehingga masih memerlukan sekitar 100.017 ton (78,73%) yang didatangkan dari luar Provinsi Bangka Belitung.
Masih rendahnya tingkat produksi dan produktivitas padi di Bangka Belitung dikarenakan berbagai permasalahan. Antara lain : indeks pertanaman yang rendah, infrastruktur khususnya jaringan irigasi yang belum optimal, tingkat kesuburan lahan dan tingkat gagal panen yang cukup tinggi dikarenakan faktor alam seperti banjir dan serangan hama penyakit.
UPSUS (Upaya Khusus) dilaksanakan dalam rangka mendukung Nawa Cita Presiden Joko Widodo guna mewujudkan swasembada pangan 2019 dan meningkatkan kedaulatan pangan.
Program ini didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pertanian RI yang dalam operasionalnya melibatkan seluruh pemangku kepentingan baik di pusat maupun di daerah.
Secara teknis program UPSUS terfokus pada peningkatan produksi melalui peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT), peningkatan indeks pertanaman (IP) dan penerapan inovasi teknologi pertanian.
Halmini tentunya sejalan dengan “Kesepakatan Koba” yang telah ditandatangani pada bulan November lalu bahwa dalam upaya meningkatkan indeks pertanaman padi untuk mewujudkan swasembada beras di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung perlu adanya “Gerakan Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Padi” dengan semangat swasembada dan gotong royong.
Upaya peningkatan produksi melalui program UPSUS diharapkan dapat mendongkrak produksi dan produktivitas padi di bangka Belitung. Dengan asumsi produktivitas padi di Bangka Belitung 4 t/ha dan indeks pertanaman 2 (dua kali tanam dalam setahun) maka kebutuhan beras di Bangka Belitung sudah dapat dipenuhi 73.92%.
Produktivitas dapat ditingkatkan melalui penggunaan VUB (Varietas Unggul Baru) sedangkan indeks pertanaman dapat ditingkatkan melalui peningkatan luas tambah tanam.
Upaya peningkatan produksi lebih maksimal lagi apabila dengan penerapan Jarwo (Jajar Legowo) Super dengan menerapkan beberapa komponen teknologi pertanian, seperti penggunaan VUB, sistem tanam jajar legowo, penggunaan biodekomposer, pengendalian hama pengakit dengan konsep PHT dan pemupukan spesifik lokasi.
Acara panen raya padi sawah dilaksanakan di areal persawahan Desa Kimak Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka dengan areal 100 hektar yang merupakan lahan sawah cetak baru yang secara bertahap dicetak sejak tahun 2008.
Acara panen raya dihadiri oleh kurang lebih 250 0rang yang juga dihadiri oleh Danrem 045/garuda jaya, Bupati Bangka, Kepala BBP2TP (Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) Bogor Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, Ketua DPRD Kab Bangka, Kepala Dinas Pertanian Provinsi, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi, Dekan FPPB Universitas Bangka Belitung, Dandim 413/Bangka,
Kepala BPTP Balitbangtan Babel Dr. Ir. Wahyu Wibawa, MP, Kepala Dinas Pertanian Kab Bangka, Kepala Dinas Pangan Kab.Bangka, Kapolres Bangka, BPS Kab Bangka, Peneliti/Penyuluh BPTP Balitbangtan Babel, Camat Merawang, Dan Ramil Merawang beserta Babinsa, Koord BPP Kec Merawang beserta Penyuluh, Kades Kimak dan Kades se-kecamatan Merawang, Kelompok Tani dan Petani di Desa Kimak.
Kegiatan Panen Raya dilaksanakan di Denfarm Jarwo Super seluas 4 hektar yang pelaksanaannya merupakan kerjasama antara BPTP Balitbangtan Babel dengan Dinas Pertanian Kab. Bangka.
Varietas yang digunakan dalam denfarm tersebut adalah VUB Balitbangtan yaitu Inpago (Inhibrida Padi Gogo) 11 dan Inpari (Inhibrida Padi Irigasi) 24 yang merupakan beras merah. Inpago 8 disebut juga padi amphibi karena dapat ditanam dilahan sawah maupun lahan kering yang merupakan VUB berumur genjah 119 hari, dengan tekstur nasi pulen dan cocok ditanam pada dataran rendah hingga <700m.
Inpago 8 dilepas pada tahun 2011 memiliki potensi hasil 8,1 t/ha dengan rata-rata hasil 5,2 t/ha serta tahan penyakit blas dan aluminium. Sedangkan Inpari 24 dilepas pada tahun 2012 yang juga VUB berumur genjah 11 hari dengan tekstur nasi pulen. Tahan terhadap penyakit hawar daun dengan potensi hasil dapat mencapai 7,7 t/ha dan rata-rata hasil 6,7 t/ha.
Tujuan dengan diadakannya Denfarm tersebut salah satunya adalah untuk mempercepat penderesan inovasi teknologi pertanian dan memotivasi petani kepada petani di sekitar denfarm bahwa dengan pendekatan inovasi teknologi produktivitas padi dapat ditingkatkan. (Advetorial)
