Jadi Konsultan ASI, Beberapa Perusahaan Ini Sudah Punya Ruang Laktasi

Ruang laktasi dilengkapi dengan fasilitas sederhana. Beberapa standar untuk ruang khusus ibu menyusui

Jadi Konsultan ASI, Beberapa Perusahaan Ini Sudah Punya Ruang Laktasi
Bangka Pos/ Ardhina Trisila Sakti
Tim "AIMI Goes To Office" di Ruang Aula PLN Selindung 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Beberapa perusahaan yang bekerjasama dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Bangka Belitung tergerak menyediakan ruang laktasi bagi ibu menyusui yang ingin memerah ASI untuk buah hatinya. 

AIMI Babel sejak 2015 lalu menerima tawaran menjadi konsultan ASI di beberapa perkantoran seperti PT.Timah, PLN, FIF dan Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Anak. 

Ruang laktasi dilengkapi dengan fasilitas sederhana. Beberapa standar untuk ruang khusus ibu menyusui ini harus memiliki sofa yang nyaman sebagai tempat duduk ibu saat memerah ASI, westafel untuk mencuci tangan, pintu yang dapat dikunci, memiliki dengan colokan listrik dan kulkas mini untuk menyimpan ASI (bila diperlukan). 

Kepala Devisi AIMI Babel, Nisye Indriyani berbagi tips kepada ibu menyusui untuk memproduksi ASI berlimpah walau disibukan dengan pekerjaan.

Dikatakannya sebaiknya ibu menyusi memerah ASI per dua jam.

Ia pun menyarankan agar memerah ASI lebih baik didahulukan sebelum beraktivitas kerja. 

"Manajemen waktu memerah ASI jadwalnya perlu dimajukan daripada dimundurkan. Biasanya ibu bekerja lebih stres karena deadline dan segala macam, akibatnya produksi ASI bisa berkurang. Makanya kalau ada ruang menyusui mereka akan merasa punya "me time" untuk relaks untuk melihat foto anak, dengar musik atau ngobrol dengan ibu menyusui yang lain," jelasnya saat acara "AIMI Goes To Office" di Ruang Aula PLN Selindung.

Nisye pun berbagi tips menyimpan ASI yang lebih baik diletakkan di kulkas bagian bawah.

Adapun kulkas bagian atas (frezer) digunakan untuk menyimpan ASI dalam waktu yang lebih lama.

ASI di dalam kulkas pun sebaiknya tidak dicampur dengan daging dan berbagai bahan makanan lain.

"Kalau kasih ASI lebih baik memberikan hasil ASI yang terakhir diperah karena yang terakhir lebih banyak mengandung gizi seperti vitamin dan mineral,"tutupnya.(*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved