Tim Dekorasi Natal Hadirkan Pohon Cemara Asli Setinggi 4 Meter
Selain pohon Natal ada pula replika kandang yang dibuat dari ilalang yang dikeringkan selama tiga hari sebagai replika atap jerami.
Penulis: Ardhina Trisila Sakti | Editor: khamelia
Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti
BANGKAPOS.COM, BANGKA-Dekorasi perayaan Natal di gereja Katedral Santo Yosef Pangkalpinang tampak meriah dengan adanya pernak-pernik Natal yang menghiasi pintu utama Gereja. Dalam peringatan menyambut kelahiran Yesus Kristus, salah satu komunitas basis gereja (KBG) Santa Fransiska juga menghadirkan replika kandang untuk mengenang tempat Yesus dilahirkan.
Koordinator dekorasi Gereja Katedral Santo Yosef, Ely mengatakan persiapan membuat beragam pernak-pernik dan kandang ini sudah direncanakan satu bulan sebelum perayaan Natal. Menariknya tahun ini tim dekorasi menghadirkan pohon cemara asli setinggi empat meter yang diletakkan di dalam gereja dan dihiasi dengan lampu Natal.
Selain pohon Natal ada pula replika kandang yang dibuat dari ilalang yang dikeringkan selama tiga hari sebagai replika atap jerami. Meski berwarna coklat dan tampak seperti terbuat dari bahan kayu, namun replika kandang dibuat dengan bahan styrofoam yang diwarnai coklat sebagai dinding kandang serta panggung kandang berbahan mutiplex dan besi.
Di dalam replika kandang tempat Yesus dilahirkan diletakkan berbagai patung yang mengingatkan keberadaan Yesus dalam kesederhanaan.
"Konsepnya kesederhanaan saja, kita mengerjakan dekorasi itu waktunya cuma 2-3 hari sebelum Natal. Setelah masa adven (perenungan), jadi memang waktunya mepet," kenang Ely saat dihubungi Bangka Pos, Senin (25/12).
Berbagai dekorasi menggunakan bunga dan tanaman hidup (asli), tak ada satupun bunga berbahan plastik. Ely pun menceritakan kisahnya mendapatkan pohon cemara yang terlihat rimbun ini. Pasalnya dari pengalaman lalu untuk pohon Natal di dalam gereja biasa menggunakan jenis Pohon Roro.
"Biasanya kita usahakan (bunga dan tanaman) yang fresh (segar). Itu pohon cemara asli dapat dari salah satu umat. Kebetulan di halamannya ada pohon cemara, dia memang gak mau lagi (pohon cemara) karena lahannya sempit dan pohon cemaranya tinggi," ujarnya.
Tak seperti Pohon Roro yang daunnya cepat rontok, dikatakan Ely yang juga memiliki usaha di bidang karangan bunga ini bahwa Pohon Cemara lebih tahan lama. Dekorasi ini pun akan terus dipanjang di dalam gereja hingga usai tahun baru 2018.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/replika-kandang-yesus-dilahirkan-di-gereja-katedral-santo-yosef-pangkalpinang_20171225_124836.jpg)