Minggu, 3 Mei 2026

Salah Asuh 'Zaman Now', Ini Penyebab Anak Ikut Geng Motor

Pengamat sosial menilai, anak-anak di bawah umur yang menjadi anggota geng motor disebabkan pola asuh orang tua "zaman now" yang salah.

Tayang:
Editor: khamelia
youtube
ilustrasi balap liar 

BANGKAPOS.COM - Pengamat sosial budaya Universitas Indonesia Devie Rahmawati menilai, anak-anak di bawah umur yang menjadi anggota geng motor di Depok disebabkan pola asuh orang tua "zaman now" yang salah.

"Mereka adalah korban dari sistem dan pola asuh keluarga yang salah. Ekspresi yang ditunjukkan tidak muncul tiba-tiba, ini adalah proses yang panjang untuk membentuk diri seorang anak," kata Devie kepada Kompas.com, Rabu (27/12/2017).

Menurut Devie, banyak orang tua "zaman now" yang membebaskan anak-anaknya berekspresi tanpa pendampingan.

"Orang tua moderen memiliki keyakinan baru, kesuksesan orang tua adalah ketika mampu menjadi orang tua yang gaul dengan membebaskan anak-anaknya melakukan aktivitas apa pun," ucapnya.

Kondisi tersebut diperparah dengan keinginan orang tua menjadikan anaknya moderen. Namun, orang tua tidak membekali si anak dengan pendidikan akademis dan agama. Ia mengatakan, tak sedikit orang tua "zaman now" yang berobsesi agar anak-anak mereka mendapat pengakuan sebagai anak yang maju dan moderen.

Seharusnya, lanjutnya, setiap orang tua bisa menciptakan kehangatan, kebersamaan, dan rasa aman di dalam keluarganya. Dengan demikian, anak-anak tidak perlu pergi ke luar untuk mencari kenyamanan yang dapat diciptakan di dalam keluarga.

"Mereka adalah kumpulan orang yang membutuhkan kehangatan dan rasa aman. Mereka juga menginginkan adanya ketersediaan waktu untuk bersama-sama keluarga," kata Devie.

Polisi menetapkan 8 tersangka atas kasus penjarahan di toko Fernando, Depok. Sebagian pelaku penjarahan merupakan anak-anak di bawah umur 17 tahun. Aksi penjarahan mereka terekam dalam CCTV berdurasi 1 menit 27 detik.

Dalam video itu, puluhan orang dengan menggunakan sepeda motor mendatangi toko itu dan menjarah barang-barang yang ada di sana.

Seusai menjarah barang di toko tersebut, para pelaku yang sebagian membawa senjata tajam langsung pergi menggunakan sepeda motor.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved