Kasus Tipikor Proyek Auditorium UBB, Dirut PT RSU Divonis Satu Tahun Penjara

Atas nama terdakwa H Rusli Patra tadi sudah digelar sidang putusannya amar putusan itu yakni menghukum terdakwa

Bangkapos/Ryan Agusta
Humas Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Iwan Gunawan SH MH. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang, Kamis (28/12/2017) menjatuhkan vonis 1 tahun kurungan penjara terhadap terdakwa, Rusli Patra selaku direktur utama (dirut) PT Relis Sapindo Utama (RSU).

Rusli merupakan terdakwa kasus tindak pidana korupsi (tipikor) proyek pembangunan gedung auditorium di kampus Universitas Bangka Belitung (UBB) senilai Rp 15 M tahun anggaran 2013.

Sidang putusan yang digelar di ruang sidang utama PN Pangkalpinang dipimpin oleh majelis hakim Surono SH MH bersama dua orang hakim anggota lainnya telah menjatuhkan vonis 1 tahun serta denda sebesar Rp 50 juta jika denda tidak dibayar akan dipidana selama 3 bulan kurungan penjara.

"Atas nama terdakwa H Rusli Patra tadi sudah digelar sidang putusannya amar putusan itu yakni menghukum terdakwa (H Rusli Patra--red) selama satu tahun dan denda sebesar Rp 50 juta. Apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana selama 9 bulan," kata humas PN Pangkalpinang, Iwan Gunawan SH MH kepada wartawan, Kamis (28/12/2017) ditemui di gedung PN Pangkalpinang.

Selain itu berdasarkan putusan majelis hakim pengadilan setempat jika terdakwa (H Rusli Patra) pun diwajibkan membayar uang penggganti sebesar Rp 100 juta serta subsider selama 9 bulan kurungan penjara.

Sementara seorang jaksa penuntut umum (JPU) asal Kejaksaan Tinggi provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel), Sarpin SH saat ditemui di gedung PN Pangkalpinang, Kamis (28/12/2017) siang atau hendak dikonfirmasi terkait putusan majelis hakim pengadilan setempat menjatuhkan vonis 1 tahun kurungan penjara terhadap terdakwa (H Rusli Patra) justru JPU ini tak banyak berkomentar.

"Kita masih pikir-pikir dulu," jawab Sarpin singkat seraya bergegas masuk ke dalam mobil dinasnya saat itu parkir di halaman samping gedung pengadilan setempat.

Seperti diketahui dalam berkas dakwaan pihak JPU Kejati Babel terkait perkara tipikor ini (proyek gedung auditorium UBB) jika terdakwa (H Rusli Patra) sempat dijerat dengan sanksi ancaman hukum pidana (primer) yakni pasal 2 (ayat) 1 Jo pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 (ayat) 1 ke-1 KUHP.

Selain itu dalam tuntutan primair kedua, disebutkan tindakan terdakwa diancam dengan jeratan pasal 2 (ayat) 41 Jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 56 ke-2 KUHP.

Perkara tipikor ini pun hingga naik ke persidangan berawal dari pengusutan yang dilakukan pihak Subdit Tipikor Dit Reskrimsus Polda Babel pada tahun 2016 lalu, sedangkan berkas perkara tersebut dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungailiat yakni April 2016.

Dalam perkara ini tak cuma H Rusli Patra dijadikan tersangka, namun pihak penyidik pun sebelumnya menetapkan pula 3 orang tersangka lainnya masing-masing Ir Darusman (PNS atau selaku PPK), Dedih Sapja (mantan wakil rektor UBB) dan seorang tersangka lagi yakni Ahmad Subandi selaku kuasa perwakilan dirut PT RSU.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved