Inilah Deretan Pembunuhan Sadis yang Menggemparkan Publik Sepanjang Tahun 2017

Motif pelaku menghabisi nyawa korbannya pun berbeda-beda, mulai dari sakit hati hingga masalah himpitan

Inilah Deretan Pembunuhan Sadis yang Menggemparkan Publik Sepanjang Tahun 2017
Ilustrasi(iStockphoto) 

"Habis itu, pelaku langsung kabur. Tetangga korban bawa korban ke Rumah Sakit Sari Asih, tapi sampai sana sudah tidak bisa diselamatkan lagi," ujar Arlon.

Akhirnya, setelah sebulan pelarian, salah satu pelakunya yang bernama Saiful (25) ditangkap di Lampung. Saiful tewas ditembak polisi karena melawan saat ditangkap.

Tak lama berselang, pelaku lainnya yang bernama Sudirman menyerahkan diri. Dia menyerahkan diri setelah mengetahui rekannya tewas ditembak polisi.

Pembunuhan bos garmen di Benhil

Husni Zarkasih dan istrinya Zakiah Husni dibunuh tiga mantan karyawannya. Pengusaha garmen itu dibunuh para pelaku yang sakit hati tak diberi pesangon.

Ketiga pelaku tersebut bernama Ahmad Zulkifli, Engkos Koswara, dan Sutarto. Otak dari pembunuhan keji ini adalah Zulkifli yang merupakan sopir pribadi korban.

"Inisatifnya adalah si mantan sopirnya inisial Zul itu. Punya inisiatif untuk melakukan perampokan karena yang bersangkutan sakit hati diberhentikan dari pekerjaannya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/9/2017).

Argo menceritakan, pembunuhan itu direncanakan di rumah kontrakan Zulkifli di kawasan Tangerang pada Minggu (10/9/2017).

Di tempat itu, Zul menghasut Engkos dan Sutarto untuk membunuh kedua bosnya. Engkos dan Sutarto bernasib sama dengan Zul. Keduanya diberhentikan tanpa diberikan pesangon.

Pada Minggu sore itu, Zul bersama Engkos dan Sutarto menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan untuk melancarkan aksi mereka. Ketiganya menyiapkan besi, tali, serta lakban.

Sekitar pukul 18.00 WIB, ketiga pelaku mendatangi rumah korban di Jalan Pengairan, Benhil, Jakarta Pusat. Mereka mengetuk pintu rumah mantan bosnya itu dan dibukakan pintu oleh Zakiah.

Ketiganya dipersilakan masuk dan disambut Zakiah yang masih mengenakan mukena. Mendapat kunjungan dari mantan karyawannya, Zakiah berniat menyuguhkan mereka air minum.

"Korban pertama si ibu (Zakiah) ini habis melakukan sembahyang kemudian namanya mantan sopir jadi kenal ya, datang, kemudian pas korban mau ke dapur, mau membuat minum, kemudian disekap dan dipukuli," kata Argo.

Usai menghabisi Zakiah, para pelaku menyeretnya ke kamarnya. Mereka menunggu Husni yang saat itu masih berada di mushala untuk menunaikan shalat Maghrib.

Tak selang berapa lama, Husni tiba di rumahnya. Para pelaku langsung bersembunyi. Ketika Husni lengah, para pelaku langsung menyerang pengusaha garmen itu hingga tak berdaya. Saat diserang, Husni masih mengenakan baju koko serta sarung.

"Setelah meninggal sama-sama diikat. Kemudian dibungkus bedcover dan dimasukkan ke bagasi mobil milik korban," ujarnya.

Setelah korbannya tak bernyawa para pelaku menggasak barang berharganya. Pelaku kemudian membawa jenazah pasutri itu dan barang hasil rampasanya menggunakan mobil Altis milik korban.

Menurut Argo, awalnya para pelaku mau membuang jenazah mantan bosnya itu di Pekalongan. Mereka berniat membuang jasad itu di tanah kelahiran bosnya.

Namun, ketika di perjalanan, niatan itu berubah dan para pelaku memutuskan membuang jasad korban di Sungai Klawing, Purbalingga, Jawa Tengah.

Akhirnya, pada Senin (11/9/2017), kedua korban ditemukan mengambang di Sungai Klawing, Purbalingga. Saat ditemukan, jenazah kedua korban terbungkus bedcover.

Selang satu hari, para pelaku ditangkap saat sedang foya-foya di sebuah hotel di kawasan Grobogan, Jawa Tengah.

Polisi menjerat ketiganya dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan atau Pasal 365 KUHP tentang Pencurian Disertai Kekerasan dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Pembunuhan dr Letty Sultri oleh suaminya

Permasalahan rumah tangga antara dokter Helmi dan dokter Lety Sultri berujung pilu. Lety tewas usai diberondong peluru oleh suaminya itu di Klinik Az-Zahra Medical Center, Jakarta Timur, Kamis (9/11/2017).

Helmi nekat membunuh Lety yang sudah ia nikahi selama lima tahun karena tak mau dicerai.

"Diduga pelaku menembak istrinya karena tak mau dicerai," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo, Kamis (9/11/2017).

Bukan tanpa alasan Lety ingin menyudahi bahtera rumah tangganya dengan Helmi. Adapun Helmi diketahui kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya itu. Bahkan, Lety pernah melaporkan kekerasan itu kepada pihak berwajib.

Namun, Lety akhirnya mencabut laporannya sehingga Helmi batal menghuni 'hotel prodeo'. Pernah dilaporan ke polisi, Helmi tak kunjung jera. Dia tetap melakukan kekerasan terhadap Lety.

Dokter kecantikan itu tetap saja melakukan KDRT hingga mengancam membunuh istrinya jika dia diceraikan. Tak hanya itu, Helmi dikabarkan pernah memperkosa karyawan sebuah klinik di Jakarta Timur.

Sayangnya, sang korban tak melaporkan perbuatan bejat Helmi ke polisi. Rupanya, ancaman Helmi bukan isapan jempol belaka.

Pada Kamis sekitar pukul 14.00 WIB, Helmi mendatangi klinik Az-Zahra yang berada di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur. Klinik tersebut merupakan tempat sang istri bekerja.

Dengan menumpang ojek online, Helmi mendatangi klinik tersebut sambil membawa senjata api rakitannya.

Melihat suaminya datang, Lety yang saat itu sedang mengobrol dengan karyawan klinik lainnya langsung menghampiri Helmy.

Percekcokan antara keduanya tak dapat terelakan. Namun, dalam percekcokan kali ini Helmi membawa senjata api.

Mengetahui suaminya membawa barang berbahaya, Lety mencoba menghindarinya dengan kembali masuk ke dalam klinik.

Dia masuk ke dalam klinik berniat mencari pertolongan agar tak jadi korban amukan suaminya itu.

Para karyawan klinik mencoba melerai perkelahian pasangan suami istri itu. Namun, setelah melihat Helmi membawa senjata api, para karyawan klinik mengurungkan niatnya dan malah melarikan diri.

"Tidak lama para saksi mendengar suara letusan senjata api sebanyak enam kali, kemudian pelaku melarikan diri meninggalkan TKP. Pelaku menembak korban hingga tewas dengan gunakan senjata api," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Usai membunuh istrinya, Helmi melarikan diri dengan menumpang ojek online. Tak ada yang tahu ke mana Helmi pergi.

Rupanya, usai membunuh, Helmi pergi ke Mapolda Metro Jaya. Dia berniat menyerahkan diri. Kepada polisi, Helmi mengaku menghabisi nyawa istrinya itu. Di tubuh Helmi, polisi menemukan dua pucuk senjata api rakitan.

Akibat ulahnya, dia terancam dikenakan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan atau Pasal 338 tentang Pembunuhan dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Badrun bunuh pasangan sesama jenisnya karena cemburu

Imam Maulana (19) tewas di tangan pria pasangan sejenisnya, Badrun (43), setelah mereka menjali hubungan selama dua tahun. Keduanya diketahui bekerja di laundry Clean House di Kawasan Cibubur, Bekasi, Jawa Barat.

Pembunuhan itu bermula dari cekcok keduanya. Motifnya, rasa cemburu. Badrun menuding Iman menjalin cinta dengan orang lain, seorang wanita.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, Badrun membunuh pasangan sesama jenisnya pada Minggu (12/11/2017) malam di laundry Clean House, Ruko Citra Grand, Cibubur, Bekasi.

Setelah tewas, tubuh Imam dibungkus plastik laundry dan selimut tebal lalu diikat dengan tali jemuran.

"Pelaku menyimpan mayat korban di sudut bagian tengah ruangan (laundry), ditutupi dengan baju-baju laundry," kata Hendy kepada Kompas.com, Rabu.

Badrun kemudian membuang jenazah Imam ke Terminal Kampung Rambutan di Jakarta Timur, tepatnya di samping toilet wanita dekat dengan pangkalan bus Warga Baru.

Menurut Ani, saksi mata yang menjajakan kopi selama 24 jam di tempat kejadian perkara (TKP), Badrun datang pada Senin pagi sekitar pukul 05.30.

Badrun menggotong barang bawaannya dengan bantuan orang lain yang belakangan diketahui sebagai sopir taksi online yang disewa Badrun.

Ani tidak menaruh curiga, lantaran lokasi tersebut sudah biasa dijadikan tempat untuk mengirim dan menurunkan paket dari bus.

Namun, pada Selasa, Ani mulai mencium bau tak sedap. Warga akhirnya melaporkan masalah barang berbau itu kepada petugas.

"Pas dibuka bungkusannya, yang saya lihat itu (jenazah) cuma pakai kaus warna hitam," kata Ani, Rabu.

Usai penemuan mayat Imam, pihak kepolisian menangkap Badrun dalam waktu yang cukup singkat, yaitu pada Rabu dini hari di Kawasan Cibubur.

Saat ditangkap, Badrun melawan sehingga petugas menembaknya di bagian kaki. Saat proses interogrsi, Badrun sempat ingin bunuh diri dengan cara melukai organ tubuhnya.(AKHDI MARTIN PRATAMA)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved