Breaking News:

Tragis, Maunya Memberi Kepuasan, Wanita ini Malah Tewas di Atas Perut Selingkuhan

sebelumnya memesan kamar bersama Pairin yang tidak lain adalah Pria Idaman Lainnya (PIL). Diduga, sebelum melakukan hubungan seksual

Editor: Iwan Satriawan
TribunJatim.com/ Rorry Nurmawati
Wanita yang tewas karena overdosis di Mojokerto 

BANGKAPOS.COM--Kehormatan keluarga ada di tangan para kepala keluarga.

Pasangan suami isteri patutlah menjaga kehormatan keluarganya.

Salah satu caranya yaitu dengan tidak melakukan perbuatan yang justru memalukan keluarganya sendiri, dan mencederai kepercayaan masing-masing.

Tentu saja tujuannya, agar dalam keluarga tersebut tercipta kehidupan keluarga yang harmoni.

Jika hal itu tidak dilakukan, maka bisa saja rumah tangga itu akan goyah dengan sangat mudah.

Sehingga, baik suami, maupun istri tidak seharusnya melakukan perbuatan sebaliknya, yaitu berselingkuh dengan orang lain.

Bahkan, contoh dari kejadian semacam itu juga sudah banyak. 
Misalnya, kehidupan rumah tangga sejumlah selebriti. 

Kehidupan rumah tangga yang mereka bangun selama bertahun-tahun, harus hancur karena ulah tidak setia satu di antaranya.

Hal itu  kemudian berdampak pada sejumlah hal. 
Termasuk anak-anak mereka. 

Selain itu, citra atau nama mereka juga menjadi buruk. 
Hal semacam itu juga bisa menimpa masyarakat biasa. 

Itu seperti yang baru-baru ini terjadi.

Inginnya kuat dan tahan lama, Edy Trisning Wati justru ditemukan tewas usai mengonsumsi suplemen.

Perempuan 44 tahun itu, tewas di kamar homestay Erlangga Djoyo, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto saat bersama Pria Idamana Lain (PIL).

Korban yang diketahui merupakan warga Desa Randuharjo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto ini, sebelumnya memesan kamar bersama Pairin yang tidak lain adalah Pria Idaman Lainnya (PIL).

Diduga, sebelum melakukan hubungan seksual, korban terlebih dahulu menenggak obat kuat.

Tak selang beberapa lama, Wati mengalami kejang-kejang.

Pairin pun panik, dan mencoba mencari pertolongan kepada staf homestay.

Pihak pengelola kemudiaan memanggil tugas medis di Puskesmas Trawas, untuk memberi penanganan medis kepada korban.

Nahas, nyawa Wati pun tak tertolong.

"Diduga, korban overdosis obat. Obat-obatan yang ditemukan di dekat korban saat kejadian juga disita polisi untuk diperiksa lebih lanjut.
Karena keluarga menolak otopsi, jadi kami hanya lakukan visum luar.
Sedangkan pasangannya masih dimintai keterangan," kata Kasatreskrim Polreskab Mojokerto AKP Budi Santoso.

Obat-obatan itu lanjut Budi, seperti diantaranya, obat mixalgin, mefinal, ciprofloxacin, dexanta.

"Jadi, saat korban berhubungan badan tiba-tiba pingsan. Kekasihnya yang panik langsung melaporkan ke petugas homestay.

Kami belum berani menyimpulkan penyebabnya, diduga karena overdosis obat tapi bisa jadi tidak. Kita tunggu hasil visumnya dulu," tandasnya. 

Pertarungan Ranjang Terakhir, Durasi Lama Namun Tidur Selamanya Usai Begituan

Wanita berusia 29 tahun berinisial MAS melihat hal aneh pada teman ranjangnya saat berhubungan badan di sebuah penginapan Prima, Belitung.

Pria berinsial SU (55) yang bersamanya waktu itu menunjukkan gelagat tak biasa.

MAS mengaku, dirinya sudah berhubungan badan sebanyak 4 kali sejak berkenalan dengan SU sebelum lebaran 2017 lalu.

Selama itu hubungan intim mereka berlangsung singkat, yakni hanya sekitar lima menit.

Namun pada pertemuan, Senin 9 Oktober 2017 sekitar pukul 13.00 WIB hubungan ranjang tersebut berlangsung lebih lama dari biasanya.

Bahkan hingga hubungan ranjang itu usai, MAS menyebut SU belum juga klimaks.

"Memang dia (SU) ada bilang waktu kemarin itu, kita 'main' nya lama-lama ya. Tapi aku tidak tau dia minum obat atau bukan, tapi memang tidak seperti bisa," ucap MAS kepada Pos Belitung, Rabu (11/10/2017).

Menurut MAS, saat aksi ranjang usai, SU langsung merebahkan tubuh ke samping badannya.

Saat itu MAS kemudian ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

"Di situ aku baru mengetahui, ternyata belum. Tapi perasaan aku sudah selesai waktu itu, dan memang juga aku minta ke dia (korban--red) buat cepat, karena masih mau beli makan anak," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, SU akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 14.30 WIB, Selasa (10/10/2017).

Polisi segera bisa menemukan petunjuk mengenai kejadian tersebut.
MAS kemudian dijemput polisi di rumahnya dan dibawa ke TKP untuk pra rekonstruksi.

Polisi belum bisa memastikan penyebab kematian SU.

Namun dari keterangan saksi, patut diduga sebelum melakukan hubungan badan, korban terlebih dahulu meminum doping untuk berhubungan intim.

"Tapi itu baru dugaan saja, dan dari hasil keterangan saksi kunci. Karena mereka berhubungan badan tidak seperti biasa nya, soalnya sudah empat kali," kata Kasat Reskrim Polres BelitungAKP Robby Ansyari.

Polisi belum bisa menyimpulkan apakah SU terlebih dahulu mengkonsumsi obat kuat.

Sebab di bagian area kamar penginapan yang disewa korban, tidak ditemukan bekas bungkus obat kuat atau sejenisnya.

Padahal polisi sebelumnya sudah melakukan penggeledahan.

"Sejauh ini kami belum bisa menyimpul kan apa penyebabnya. Kalau minum obat kuat, bekasnya tidak ditemukan di TKP. Tapi kami masih terus mendalami kasus ini, dan menunggu lebih lanjut dari keluarga korban," pungkasnya.

Baru Kenal Beberapa Bulan

Korban SU (55) dan saksi MAS (29) berkenalan sebelum Idul Fitri 2017.

Perkenalannya sangat singkat, dan SU merupakan sahabat dari adik kandung MAS.

Seiring waktu MAS sudah saling mengenal SU, dan dua orang ini sering berkomunikasi seperti pacaran.

Selama perkenalan itu, mereka sudah empat kali melakukan hubungan badan di penginapan.

Seorang petugas kebersihan penginapan Prima, Rukmini Senin (9/10/2017) sekitar pukul 13.20 WIB sempat dipanggil oleh wanitaberinisial MAS (29).

Ia dipanggil oleh MAS lantaran, korban SU (55) sudah tidak bersuara dan hanya mendengkur.

Tubuhnya sudah terbaring pulas, dan masih terdengar nafas.

Rukmini dipersilahkan masuk oleh MAS ke dalam kamar bernomor tiga tersebut.

Kondisi korban saat itu tanpa busana, dan SU masih terus mendengkur.
Rukmini lantas mengambil handuk, dan menutupi bagian pingging korban.
Obrolan antara Rukmini dan MAS sempat berlangsung beberapa saat.

MAS sudah panik, dan Rukmini kemudian memegang bagian jempol kaki SU.
Ucapan yang keluar dari mulut Ruhmini waktu itu, 'korban mungkin kecapek'an.

"Aku pegang memang jempol kaki nya, dan waktu itu masih mendengkur. Posisi korban memang sudah seperti itu, tidur pulas sekali. Pertama aku dipanggil, habis itu ngambil handuk buat nutupin, karena masih telanjang," kata Rukmini kepada Pos Belitung, Rabu (11/10/2017).

Selang berapa menit, MAS memutuskan pergi meninggalkan SU dan menitipkannya kepada Rukmini.

Namun sebelum itu, MAS sempat meminta nomor kontak Rukmini.

"Habis itu aku pulang kerja, dan memang ada dia (MAS--red) telpon bertanya soal korban, tapi aku bilang sudah di rumah dan besok (Selasa) baru masuk. Habis itu tidak ada kontak-kontakan lagi, nah tau nya lagi pas aku ingin bersihkan kamar itulah," ujarnya.

MAS merupakan warga asal Desa Kepala Gunung, Kecamatan 
Keramat Mulai, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat.(Try Sutrisno)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved