Pilu! Saat Dunia Merayakan Tahun Baru, Anak-anak Rohingya Justru Mengalami Krisis Kesehatan Mental

Di saat berbagai penjuru dunia merayakan Tahun Baru 2018 dengan kesenangan, pengungsi Rohingya justru semakin terpuruk dengan keadaan mereka.

Pilu! Saat Dunia Merayakan Tahun Baru, Anak-anak Rohingya Justru Mengalami Krisis Kesehatan Mental
anak-anak pengungsi Rohingya terancam kesehatan mentalnya | nytimes.com 

Baca: Sepanjang 2017, Fadli Zon Nilai Hukum Jadi Alat kekuasaan

Mereka lapar, juga mengalami penundaan perkembangan yang signifikan karena kekurangan gizi dan understimulasi yang mendahului trauma baru-baru ini.

Hal ini benar-benar menghancurkan seluruh komunitas.

Unicef ??mengatakan bahwa 7 persen anak-anak di kamp-kamp menderita malnutrisi akut, suatu kondisi dimana mereka akan meninggal jika tidak mendapat perawatan yang tepat.

Angka itu tiga kali lebih tinggi daripada keadaan darurat kemanusiaan lainnya.

Bahkan ketika organisasi internasional meningkatkan usaha bantuan mereka, orang tua mengembara di kamp-kamp yang memeluk bayi dengan anggota badan kurus kering dan mata besar melotot keluar dari wajah skeletal.

Baca: Malam Pergantian Tahun 2017, Magelang Luncurkan Air Mancur Menari Senilai Rp 4,9 Miliar

Anak-anak yang terlihat seperti anak balita harus menjadi anak berusia 6 atau 7 tahun, bahkan dalam ekspresi mereka terdapat ungkapan memiliki kekerasan orang dewasa.

Wabah penyakit menular, seperti campak dan difteri, menghampiri kamp-kamp yang penuh sesak dan kotor yang sekarang menampung lebih dari 800.000 Rohingya.

Konsekuensi jangka panjang bagi anak-anak Rohingya hampir sama menakutkannya.

Halaman
123
Editor: zulkodri
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved