Belum Ditemukan TKA Ilegal di Kabupaten Bangka

Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka akan melusuri dan mendata kembali para Tenaga Kerja Asing

Belum Ditemukan TKA Ilegal di Kabupaten Bangka
Bangka Pos / Nurhayati
Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka Thony Marza, 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka akan melusuri dan mendata kembali para Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Kabupaten Bangka.

Untuk tahun 2017, TKA yang ada di Kabupaten Bangka menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 206 juta dimana realisasinya melebihi target.

"Untuk TKA ini penerimaan melebihi target tahun 2017. Tahun 2018 target meningkat sedikit sebesar Rp 210 juta. Namun sejauh ini masih kita gali lagi siapa tahu ada penambahan atau alih status dari kabupaten atau pusat, bisa kita tarik lagi," ungkap Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka Thony Marza, Kamis (4/1/2017) di Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka.

Untuk saat ini TKA yang terdata bekerja di Kabupaten Bangka sebanyak 29 orang, dimana sebanyak 17 orang memiliki Izin Mempekerjakan Orang Asing (IMTA) dari Disnakerperindag Kabupaten Bangka

Para TKA tersebut bekerja di perusahaan sawit, Mitra Stania, Kijang Mas serta satu orang di De Lokomotief Tongachi Beach.
"Para TKA ini ada yang dari Australia dan kebanyakan dari China," kata Thony.

Sedangkan untuk pengawasan, para TKA ini ada yang bekerja paruh waktu sehingga untuk izin administrasinya ada di pusat dan ada juga yang di daerah.

Namun untuk TKA yang memiliki IMTA dari Disnakerperindag Bangka mereka sehari-hari bekerja di Kabupaten Bangka.

"Para TKA ini ada yang bekerja antar kabupaten, kadang-kadang di Bangka Tengah, Bangka dan Bangka Selatan seperti di kapal isap maka dinas tenaga kerja provinsi yang memungut IMTA-nya," jelas Thony.

Kendati maraknya pekerja asing yang bekerja di Indonesia terutama asal Cina, namun sejauh ini dari penelusuran pihaknya belum menemukan adanya TKA ilegal.

TKA ilegal menurut Thony biasanya bekerja jika ada proyek besar seperti pembangunan monorel di Jakarta.

"Biasanya proyek-proyek besar itu yang banyak menumpuk tenaga kerja asing antara yang legal sama ilegal itu kadang campur. Kalau saat sekarang ini tidak ada indikasi tenaga kerja ilegal untuk di Kabupaten Bangka," jelas Thony.

Sedangkan sanksi terhadap tenaga kerja asing yang tidak melapor jika ditemukan TKA ilegal, maka pihaknya akan menyerahkan kepada tim pengawasan orang asing (pora). Tim pora ini yang akan memutuskan dideportasi atau sanksi lainnya," kata Thony.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved