AURI Amat Ditakuti Berkat Sosok Ini, Tapi Dia Terpaksa Jadi Peternak Ayam Gara-gara G30S/PKI

Empat bulan setelah pengangkatannya sebagai Menpangau, Sri Mulyono harus merelakan meninggalkan jabatannya.

AURI Amat Ditakuti Berkat Sosok Ini, Tapi Dia Terpaksa Jadi Peternak Ayam Gara-gara G30S/PKI
Istimewa
Sri Mulyono (tengah sambil mengacungkan tangan) saat di Halim Perdana Kusuma tahun 1965. 

BANGKAPOS.COM - Sri Mulyono Herlambang termasuk tokoh di belakang layar bagi keberhasilan AURI (TNI AU) dalam upaya memperkuat persenjataannya dan sukses melancarkan Operasi Trikora.

Bersama tim yang dipimpin oleh Menteri Keamanan Nasional/Kasad Jenderal A.H. Nasution, ia menjalankan misi khusus ke Rusia pada bulan Desember 1950.

Tujuannya mencari bantuan persenjataan dari negeri adidaya tersebut.

Sebagai pilot tempur pesawat pengebom B-25 yang pernah bertempur melawan AUREV di kawasan Indonesia Timur, Sri Mulyono juga cukup mengenal beragam pesawat.

Baca: Indonesia Miliki Pesawat Canggih SU-35, Cemas Australia Siapkan Kapal Ini Untuk Menangkalnya

Maka digabungkan dengan naluri tempurnya, ia paham betul jenis pesawat apa yang semestinya dibutuhkan oleh AURI demi mendukung kampanye militer (military campaign) RI ke Irian Barat.

Bahkan berkat kemampuannya bertempur melawan AUREV, Sri Mulyono sudah berhasil mendapat penghargaan prestisius Bintang Sakti sehingga kualifikasinya sebagai pilot tempur benar-benar jempolan.

Keterlibatan Sri Mulyono dalam komando Trikora tidak bisa dilepaskan dari tragedi gugurnya Laksamana Yos Sudarso di Laut Aru yang menyebabkan posisi AURI agak tersudut.

Dalam kedudukannya sebagai Staf Komando Operasi Tinggi (KOTI), Sri Mulyono yang saat itu menjabat sebagai Deputi KASAU, kemudian diangkat menjadi Ketua Gabungan II (GII) dengan pangkat Komodor Udara (Marsma).

Baca: Inilah Malaikat Maut Pencabut Nyawa Milik Rusia yang Bikin Ciut AS dan Sekutunya

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved