Jumlah Orang Miskin di Babel Bertambah, Begini Faktanya
Angka itu bertambah sebesar 2,12 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 74,09 ribu orang.
Penulis: Teddy Malaka | Editor: Teddy Malaka
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merilis profil Kemiskinan Kepulauan Bangka Belitung 2017. Jumlah orang misin pada kurun waktu tersebut bertambah.
Melalui Berita Resmi Statistik (BRS) yang diposting pada 2 Januari 2018 lalu, hingga September 2017, penduduk miskin Bangka Belitung Mencapai 5,30 persen.
Pada September 2017, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Kepulauan Bangka Belitung mencapai 76,20 ribu orang (5,30 persen).
Angka itu bertambah sebesar 2,12 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2017 yang sebesar 74,09 ribu orang (5,20 persen).
Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2017 sebesar 2,89 persen naik menjadi 3,00 persen pada September 2017.
Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2017 sebesar 7,74 persen juga mengalami kenaikan
menjadi 7,92 persen pada September 2017.
Selama periode Maret 2017–September 2017, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 1,57 ribu orang (dari
21,47 ribu orang pada Maret 2017 menjadi 23,04 ribu orang pada September 2017).
Sementara di daerah perdesaan naik sebanyak 0,55 ribu orang (dari 52,61 juta orang pada Maret 2017 menjadi 53,16 ribu orang pada September 2017).
Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan
(perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan).
Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada September 2017 tercatat sebesar 72,64 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi Maret 2017 yaitu sebesar 72,31 persen.
Jenis komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan, adalah
beras, rokok kretek filter, daging sapi, daging ayam ras, kue basah, telur ayam ras, dan mie instan.
Sedangkan, untuk komoditi bukan makanan yang besar pengaruhnya adalah biaya perumahan, listrik, bensin, dan pendidikan.
Jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode 2006 hingga 2017 berfluktuasi dari tahun ke tahun, tetapi menunjukkan tren yang menurun.
Pada periode 2006 hingga September 2017 jumlah penduduk miskin menurun sebanyak 41,20 ribu orang, yaitu dari 117,4 ribu orang pada tahun 2006 menjadi 76,20 ribu orang pada September 2017.
Tingkat kemiskinan menurun secara signifikan dari 10,91 persen pada tahun 2006 menjadi 5,30 persen pada September 2017.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/rumah-warga-tergenang-oleh-air-di-sumberejo_20171221_162329.jpg)