Jadi Saksi, 3 Anggota Dewan Ini Mengaku Ambil Uang SPPD

Sidang lanjutan kasus dugaan penyalahgunaan SPPD DPRD Kota Pangkalpinang kembali menghadirkan 3 anggota DPRD sebagai saksi

Jadi Saksi, 3 Anggota Dewan Ini Mengaku Ambil Uang SPPD
Bangka Pos / Ryan Augusta
Suasana sidang perkara dugaan penyalahgunaan SPPD anggota DPRD Kota Pangkalpinang di gedung Pengadilan Negeri Pangkalpinang. 

Laporan wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Sidang lanjutan perkasa kasus dugaan penyalahgunaan SPPD DPRD Kota Pangkalpinang tahun anggaran 2017, kembali menghadirkan sejumlah anggota DPRD sebagai saksi, Senin (8/1/2018).

Adapun tiga anggota DPRD yang dimintai keterangan, yakni Michael Pratama, Sadiri, dan Satria Mahardika.

Dalam sidang tersebut, ketiga anggota DPRD yang menjadi saksi tersebut mengaku telah mengambil uang anggaran SPPD yang dilaksanakan 6-8 Februari 2017 lalu.

Dalam kesaksiannya, Satria Mahardika mengaku menerima uang SPPD meskipun tidak menghadiri kegiatan komisinya di Jakarta.

Dirinya beralasan tidak hadir karena terpaksa menjenguk orangtuanya yang sakit di Surabaya.

"Saudara tetap mengambil dana SPPD itu?," tanya ketua majelis hakim, Sri Endang Ningsih SH MH yang menyidang perkara tersebut, Senin (8/1/2018) di Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang.

Mendengar pertanyaan majelis hakim, saksi pun (Satria Mahardika) langsung menjawab.

"Iya saya menerima dana itu tapi setelah pulang ke Pangkalpinang," jawabnya singkat di hadapan majelis hakim.

Saat kembali ditanyakan majelis hakim berapa nominal uang SPPD yang telah diambil saat kunker 6-8 Februari 2017 lalu. Satria mengaku dirinya menerima senilai Rp 10 juta.

" Sekitar Rp 10 juta lebih yang mulia," kata Satria singkat di hadapan majelis hakim.

Pernyataan serupa sebelumnya diungkapkan oleh anggota dewan lainnya yang hadir dalam sidang perkara pada hari yang sama yakni pengakuan Michael Pratama  dan M Sadiri saat memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim PN Pangkalpinang, Senin (8/1/2017).

Sebelumnya Michael Pratama di hadapan majelis hakim mengaku mengambil uang senilai Rp 8 juta. Dirinya tidak dapat hadir dengan alasan sakit gigi.

Hal yang sama juga diakui oleh kesaksian dari M Sadiri anggota dewan lainnya dalam persidangan yang mengaku mengambil anggaran SPPD hingga senilai Rp 11 juta saat pulang dari jakarta.(*)

Penulis: ryan augusta
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved